KKN day 2 : Tak Kenal Maka Ta’aruf

Tak terasa, saya sudah mengalami pengalaman 24 jam saya yang pertama di desa Mantren. Banyak pengalaman dan sensasi baru yang saya rasakan, dan semuanya sangat berkesan. Benar-benar sebuah pengalaman baru bagi orang udik seperti saya.Teman-teman yang ada di sini pun sangat luar biasa. Ada yang jago baca Qur’an, jago adzan, jago ngajar TPA, jago mainan sama anak-anak, jago bikin roket, bahkan yang jago melawak juga ada, pokoknya asik deh!
Hari pertama saya melewati satu hari penuh di KKN ini juga membuat saya rajin sholat, biasanya sih gag serajin ini juga, hehe. Bayangkan, masak saya yang biasanya jarang sholat ke masjid kali ini selalu datang tepat waktu di masjid, mantap dah!
Pada hari ke 2 ini, saya dan teman-teman dari sub unit utara bersilahturahmi ke tempat bu RW. Tujuannya jelas, kenalan, kulonuwun, ngomongin program, dan terakhir, sapa tau ada anak bu RW yang cantik, haha. (enggak ding bercanda, si cantik selalu jadi nomor satu kok!). Dan ternyata, di tempat bu RW ini, kami mendapat banyak informasi mengenai warga dan KKN sebelumnya. Ada sebuah paradoks dari KKN pertama dan kedua. Di mana pada KKN ke dua terjadi penurunan kualitas ‘kedekatan’ antara mahasiswa KKN dengan warga. KKN periode pertama dianggap lebih dekat dengan warga, dan KKN kedua sayangnya dianggap cukup jeglek. Dari situ, bu RW berpesan kepada kita agar lebih dekat dan ‘srawung’ kepada warga. Hmm, semoga saja bisa ya bu, mohon doanya!
Selain ke tempat bu RW, kita juga mampir ke tempat pak Narto, yang menjaga pondokan utara selama ini. Berkat beliaulah, pondokan kita yang sekarang bisa ditempati dengan layak. Beliau sudah seperti bapak bagi kami di KKN ini. Dari tempat pak Narto, kami juga bertemu Bu Narto (yaiyalah!) Di tampat pak Narto ini, kita lebih banyak ngobrol hal-hal kecil. Dan hebatnya, mereka sangat senang membicarakan orang-orang KKN sebelumnya. Hal ini bagaikan pedang bermata dua bagi kami. Di satu sisi kami lebih mudah akrab dengan warga, di sisi lain kami juga seperti mendapat beban berat untuk terus menjaga image baik yang sudah dibangun kakak-kakak kami ini. Semoga kami bisa, Ya Allah, kuserahkan semua urusan padaMu.
Kemudian, kami menghabiskan sore untuk merancang proyek roket dari teman saya Aep, mahasiswa teknik mesin. Dengan menggunakan ilmu yang dimilikinya, dia berusaha merakit sebuah roket yang dapat meluncur dengan indahnya dengan bersenjatakan angin dan air. Awalnya sempat terjadi kebocoran di sana-sini, namun Aep berhasil mengatasinya. Hasilnya? Roket kita meluncur dengan indahnya. Sebagai tambahan saja, yang memompa udaranya saya loh, haha!
Saat petang menjelang, kami mengakhiri malam di hari kedua ini dengan nongkrong bersama anak-anak muda di depan pondokan kita. Anak-anak muda, walaupun terlihat malu-malu (sayangnya cowok semua kecuali satu anak bu RW, jadi kurang apaaa gitu, hehe) namun mereka sangat terbuka terhadap kita. Mereka berkomitmen untuk bekerja sama dengan kita, mencoba bersama-sama membangun desa Mantren menuju lebih baik.
Huahem, itulah sedikit cerita dari saya di hari kedua ini, semoga semua yang telah kita rencanakan dapat berjalan baik. Besok adalah pembukaan di kecamatan, artinya mulai besok kita akan mulai resmi menjadi mahasiswa KKN di Mantren. Ya Allah, jika Engkau berkenan, berikanlah kami kemudahan dalam menjalani KKN ini, agar cita-cita terbesar kita tercapai, yaitu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk desa Mantren, dan terutama kami (mahasiswa KKN) semua. Amin.

Tinggalkan komentar

Filed under pendidikan, Sehari-hari

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s