KKN day 1 : When the Story Begin

Hari ini saya pergi meninggalkan Jogja, sekaligus meninggalkan kos saya, kos yang sudah saya tempati selama 3 tahun terakhir, tujuannya satu : untuk KKN. Berbagai perasaan campur aduk dalam pikiran saya. Antara berdebar-debar untuk segera KKN di negeri orang, merasakan romansa meninggalkan kos, dan yang terbesar, sebuah rasa galau karena harus meninggalkan si cantik selama 2 bulan, huft. Dengan perasaan yang tak menentu itu, saya langkahkan kaki saya menuju Fakultas Teknik, tempat saya berkumpul bersama teman-teman saya.
Ternyata suasana di sana sangat menyenangkan. Kita saling bercanda dan berbagi cerita, mencoba menghilangkan rasa grogi karena harus meninggalkan zona nyaman yang selama ini sudah kita pertahankan. Awalnya, saya mengira barang yang saya bawa sudah terlalu banyak, namun setelah melihat barang teman-teman, saya rasa kita semua memang benar-benar mau pindahan. Saking banyaknya barang yang kita bawa, saya sempat merasa kita bagaikan pengungsi korban bencana alam, fiuh.
Pukul 14.00 WIB kita berangkat pergi meninggalkan Jogja, ehm, sebenarnya lebih tepat kalau dibilang pukul 14.30 sih, maklum jam karet Indonesia, hehe. Kita berangkat dengan riang dan gembira, sambil bernyanyi-nyanyi lagu kesukaan kita semua, ‘disini senang disana senang’. Oke, saya berbohong, kita tidak selabil itu.
Perjalanan yang kita lewati ini benar-benar panjang. Kita harus menempuh jalan Solo, lalu sampai Klaten, menuju kota Solo, Sragen, Ngawi, baru setelah itu sampai di Magetan. Eh, setelah saya pikir-pikir lagi, sepertinya jarak itu tidak terlalu jauh, biasa aja, hoho.
Kita sampai di Magetan pukul 19.30, benar-benar fantastis, lama banget! Untungnya, kita sudah disambut dengan luar biasa hangat oleh warga sekitar. Begitu sampai, kita langsung disuguhi berbagai macam makanan kecil, bahkan kita juga makan besar di sana! Hemm, i like KKN!
Setelah makan, kita menuju pondokan kita masing-masing. Saya, Aep, Ghofur, dan Rendra (selaku Kormasit) menuju ke pondokan kita, yaitu pondokan sebelah utara. Di sana, kita sudah disambut oleh Pak Narto, selaku bapak kita selama di tempat KKN. Beliau sangat ramah, dan terlihat berwibawa. Cocok untuk menekan rasa angkuh kami yang merasa superior di depan orang desa.
Akhirnya, setelah beres-beres sebentar, kita memutuskan untuk langsung tidur. Hmm, saya sudah tidak sabar menanti datangnya hari esok. Kira-kira, kita akan ngapain ya besok di Mantren?

Tinggalkan komentar

Filed under pendidikan, Sehari-hari

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s