Melakukan Hal Yang (Sepertinya) Tidak Mungkin

Melakukan hal yang (sepertinya) tidak mungkin. Ya, itulah judul yang saya pilih untuk tulisan saya kali ini. Mengapa begitu? Alasannya mudah saja, saya baru saja menyelesaikan sebuah tugas maha berat yang sepertinya tidak akan pernah bisa saya selesaikan.

Tugas itu bukanlah tugas yang simpel. Asal tahu saja, tugas itu diberikan kepada saya karena teman-teman saya yang lainnya tidak menyanggupi untuk melakukannya. Kasarnya, bisa dibilang tidak ada yang bisa! Wow, bukankah hal itu bukanlah sesuatu yang sepele? Saya benar-benar memikul tanggung jawab yang besar di sini. Saya sadar itu, dan jujur, perasaan itu membuat saya takut. Sangat takut.

Dalam beberapa saat, timbul pikiran negatif dalam diri saya. Saya akan gagal melaksanakan tanggung jawab itu, dan mengecewakan teman-teman yang lainnya. Membuat semua usaha dan kerja keras teman-teman menjadi sebau sampah, dan setakberguna kotoran. Dan itu memang akan terjad seandainya saya benar-benar gagal dalam melaksanakan amanah ini.

Berdasar pada ketakutan itulah, saya merasa malas untuk mengerjakan amanah ini. Saya menyicilnya dengan sangat lambat. Saya mencari-cari alasan untuk tidak melakukannya. Sebut saja dengan mencari-cari sumber dulu lah, mencari referensi dulu lah, dan semua tetek bengek lainnya. Hingga akhirnya, dalam sebuah malam saya sadar, bahwa saya tidak bisa seperti ini.

Sebuah titik balik

Sebuah langkah besar dimulainya dengan satu langkah kecil juga. Itulah peribahasa ataupun kata-kata bijak yang terngiang di kepala saya. Saya sadar, bahwa meskipun yang saya lakukan terkesan mustahil, namun saya harus mencobanya dulu. Saya harus benar-benar mencoba mengambil satu langkah kecil itu. Bukannya hanya sekedar membayangkan langkah besar apa yang akan saya ambil. Bukan, bukan mana yang lebih penting diantara dua aktifitas itu, melainkan bagaimana menjalankan keduanya dalam keseimbangan. Kalau istilah kerennya, Equilibrium.

Karena itulah, saya langsung mengambil langkah kecil saya. Saya berusaha sebaik mungkin untuk melakukan semuanya step-by-step, namun dalam gambaran hasil akhir yang jelas. Awalnya terkesan sulit. Sangat sulit. Namun, perlahan-lahan pula, kesabaran saya sedikit membuahkan hasil. Akhirnya, karya itu jadi juga! Sesuatu yang terkesan tidak mungkin, ternyata dapat saya lakukan! Tentunya, hal ini tidak akan terjadi tanpa kehendak Tuhan. Jadi rumusnya adalah, rencana matang, melakukan, baru berdoa!

Demikianlah sedikit cerita pendek saya tentang menaklukkan tantangan. Semoga teman-teman sekalian dapat mendapat manfaat dari tulisan ini. Looking Forward For Another Inspiration.

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak, Sehari-hari, tugas

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s