Wanita dan Ta’jilan Kampung

Di kala Ramadhan tiba, biasanya masjid-masjid akan sering mengadakan acara buka bersama. Biasanya, buka bersama ini diperuntukkan untuk anak-anak TPA agar mereka juga bersemangat untuk mengaji di sore hari. Tentunya, makanan yang dijadikan untuk menu buka puasa itu tidak muncul dengan sendirinya. Makanan itu haruslah disiapkan oleh orang lain. Biasanya, sistem yang dipakai untuk itu adalah dengan membagikan kewajiban pada masing-masing rumah tangga secara bergilir. Hari pertama keluarga A, dan hari kedua keluarga B, begitu seterusnya. Menu makanan yang disediakan oleh keluarga itu disebut sebagai Ta’jil.

Tak peduli keluarga mana yang mendapat jatah untuk menyediakan ta’jil, pada akhirnya ibu rumah tangganyalah yang mendapat tugas untuk menyiapkannya. Sangat jarang hal-hal seperti itu dipegang oleh lelaki. Karena itulah, para wanita memegang peranan penting di sini.

Kita tidak bisa meremehkan kehebatan wanita di sini. Mereka mampu menahan nafsu untuk mmenyantap ta’jil itu meskipun kadangkala saat itu rasa lapar juga menyerang mereka. Memang, ada kalanya wanita tidak berpuasa, namun di lain waktu, wanita juga sering melakukannya di kala mereka berpuasa. Wanita memang makhluk Tuhan yang luar biasa!

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s