Bad News Is a Good News

Bad news is a good news adalah istilah yang sering dipakai dalam menyikapi fenomena dalam dunia jurnalisme. Kalimat itu diartikan sebagai sikap kebanyakan media massa dalam menyikapi sebuah berita buruk yang terjadi. Berita buruk, yang kerap kali dianggap sebagai sesuatu yang tidak diharapkan oleh manusia, -seperti perang dan bencana- justru menjadi bahan berita yang dicari-cari oleh media massa.
Mengingat hakekat media massa sebagai institusi yang berada dalam irisan dua kepentingan (sosial dan ekonomi), fenomena itu memang wajar. Dengan adanya berita buruk yang mengerikan, otomatis produk akan laku dan dicari-cari khalayak. Implikasinya? Rating dan penjualan naik, iklan berdatangan, dan akhirnya jutaan rupiah digenggam.
Berita buruk yang ditakuti itu memang acapkali menjadi sasaran empuk media massa. Khalayak seakan lebih suka mengikuti berita-berita mengerikan seperti krisis timur tengah yang penuh dengan darah dan kekejaman dibanding dengan cerita kesuksesan seorang anak kecil yang baru saja berhasil meraih medali di ajang internasional. Karena itu, istilah bad news is a good news adalah benar.
Jika ingin mencari contoh, kita bisa melihat contoh pada tragedi tsunami Jepang pada tanggal —- kemarin. Dalam tragedi itu, masyarakat Jepang seakan terkoyak. Namun beberapa stasiun televisi dapat memanfaatkan kesempatan dengan cepat. Mereka berhasil merekam dan mengabadikan kejadian menakutkan itu dengan sempurna. Lalu hasilnya? Berita dan gambar-gambar mereka merajai berbagai pusat informasi dunia internasional. Sebut saja situs Youtube, atau mungkin pada stasiun teelvisi di Indonesia. Stasiun televisi di Indonesia berkali-kali memutar gambar yang didapat dari stasiun televisi Jepang. Jika sudah seperti ini keadaannya, bukankah media massa Jepang sedikit banyak merasa senang?
Contoh lain adalah pada cerita media massa Australia, koran The Age yang memasang berita ‘kejelekan SBY’ sebagai headline. Ditambah dengan momentum pemberitaan itu adalah saat RI 2, wapres Budiono sedang berkunjung ke Australia, sepertinya berita ini memang ditujukan untuk rakyat Indonesia. Dan itu adalah sebuah berita buruk bukan? Namun bagi media massa, itu adalah sebuah isu menarik yang dapat dimanfaatkan untuk menaikkan pamor, menambah omzet, dan menjadi diperhitungkan. Setidaknya mungkin itulah harapan dari the age saat menerbitkannya.
Jadi memang begitulah, berita buruk akan selalu memiliki tempat tersendiri dalam halaman depan media cetak, atau dalam berita utama media penyiaran. Meskipun bukan berarti berita baik menjadi berita yang haram untuk dijadikan headline. Keseimbangan masih diperlukan dalam pemberitaan dari media massa agar khalyak tidak bosan. Di saat berita buruk sudah terlalu banyak dan mulai dianggap menjijikkan oleh khalayak, maka hadirlah berita baik sebagai penyegar pikiran masyarakat.
Namun seperti di awal tadi, masyarakat selalu memiliki ketertarikan sendiri terhadap berita buruk. Itu wajar dan manusiawi. Jadi, bad news is a really really good news.

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak, pendidikan

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s