Menjadi Diri Sendiri

Menjadi diri sendiri. Sebuah kata yang cukup simpel, namun sulit dalam prakteknya. Menjadi diri sendiri bukanlah sekedar mengenalkan diri pada orang lain dengan nama asli, memakai pakaian yang memang milik kita, ataupun berdiri dengan kaki-kaki asli kita. Bukan itu kawan!

Bagi saya, menjadi diri sendiri berarti kita harus siap dengan segala kelemahan dan kelebihan kita. Bahkan, dengan kekurangan yang paling memalukan sekalipun. Kita tidak berusaha menjadi orang lain yang lebih hebat, atau malah lari. Itulah makna menjadi diri sendiri bagi saya.

Ada dua buah film yang baru saja saya tonton yang menurut saya cukup pas untuk mengawali pembicaraan ini.

Baru-baru ini, saya bersama dengan pengelola perpustakaan Koperasi “KOPMA UGM” mengadakan sebuah acara nonton film bareng. Adapun film yang ditonton adalah The King’s Speech. Film yang menceritakan raja yang gagap. Dan saya rasa, film itu cukup cocok untuk menjadi bahan pembicaraan yang berkaitan tentang keberanian menjadi diri sendiri.

Mengapa film itu cocok? Bukankah The King’s Speech menceritakan bagaimana seorang pemimpin seharusnya bertindak? Apa hubungannya menjadi diri sendiri? Mari kita tela’ah bersama. Tentunya, berdasarkan dari pandangan saya.

The King’s Speech memang menceritakan tentang pemimpin. Sang raja gagap yang harus bertarung melawan ketakutannya terhadap kelemahannya sendiri. Ya, itulah kata kuncinya yang akan menghubungkan antara film ini dengan tema keberanian menjadi diri sendiri. Bagaimana dia tetap menjadi dirinya sendiri dan tidak lari dari kenyataan. Meskipun gagap, sang raja tetap berdiri dengan gagahnya di podium. Dengan mulut yang terbata-bata dalam mengucapkan kata-kata, kakinya masih berdiri tegak, tidak berlari meninggalkan tempatnya. Memang, ada faktor penting lain yang tidak bisa dikesampingkan, seperti istrinya yang luar biasa mencintainya. Juga temannya, si Lionel yang merupakan ahli jiwa (tanpa sertifikat apapun) yang handal dan berpengalaman. Namun, bukan di situ inti dari pembicaraan ini.

Sang raja dengan segala kelemahannya masih dapat berjuang untuk tetap menjadi dirinya, bukan orang lain. Ada sebuah kata-kata yang sebenarnya lebih mirip dibilang lelucon, namun cukup mengena bagi saya. Kata-kata itu diucapkan raja sesaat setelah pidato sukses pertamanya melalui radio selesai. Diawali dengan kata-kata Lionel, “kamu masih lemah di huruf W.”

Lalu, raja membalasnya dengan ringan, “Kubuat seperti itu agar mereka tahu bahwa yang berbicara adalah aku.” menurut saya, itu adalah lelucon. Namun, sekaligus bukti bahwa raja sangat bangga menjadi dirinya yang gagap. Tidak berusaha menjadi orang lain, dan tidak ingin menjadi orang lain. Betapa luar biasanya beliau.

The Mask

Kemudian di lain waktu, saya menonton film The Mask yang ditayangkan dalam bioskop Trans TV. Film menarik, lucu, seru, dan sangat menghibur. Tidak ada ruginya menonton film itu, bahkan setelah melihatnya berkali-kali. Kalau tidak salah, bintangnya adalah Jim Carrey dan Cameron Diaz. Lalu, apa hubungannya film ini dengan berusaha menjadi diri sendiri?

Di dalam film ini, kita akan menyaksikan betapa dahsyatnya kekuatan yang ditimbulkan sebuah topeng. Orang yang memakai topeng itu akan memiliki kekuatan yang dahsyat –atau kocak, trgantung yang memakainya- yang tidak dapat di nalar otak manusia. Tidak sampai situ saja, ada sebuah efek yang lebih mengerikan dibanding kekuatan itu.

Efek yang mengerikan itu adalah, saat seseorang memakai topeng itu, maka emosi terkuat yang ada di dalam dirinya akan muncul. Jika hatinya merasa kesepian, dan butuh cinta, maka emosi itu akan muncul bersama topeng itu. Jika dia memiliki keinginan yang terpendam dan tidak pernah berani mengatakannya, maka dengan memakai topeng itu, dia akan dapat mengatakannya dengan mudah. Bertolak belakang dari film The King’s Speech, film ini merupakan contoh sempurna untuk orang yang tidak berani menjadi diri sendiri.

It’s the man behind the mask. Adalah sebuah kata yang menurut saya paling kuat di dalam film ini. Menunjukan bahwa kita harus yakin, bahwa diri kita adalah orang yang lebih baik dibanding yang kita kira. Kita harus bangga menjadi diri kita, dan berkarya dalam perasaan bangga itu. Karena itu, mengapa tidak kita tanggalkan saja topeng yang selama ini kita pakai dan mencoba menjadi diri sendiri?

Tony Buzan, seorang pakar otak yang memiliki hak paten atas kata mind map, pernah mengatakan di dalam bukunya, bahwa kita semua adalah kreatif pada asalnya. Bahkan saat kita bilang diri kita sama sekali tidak kreatif dengan berbagai alasan, maka itu adalah bukti bahwa kita kreatif. Kita kreatif karena kita dapat membuat berbagai alasan yang menyatakan bahwa diri kita tidaklah kreatif. Menarik bukan?

Jadi, menjadi diri sendiri memang bukanlah hal yang mudah. Kadangkala kita merasa orang lain akan sulit menerima diri kita yang seperti ini. Kadangkala kita merasa dengan menjadi diri sendiri, kita tidak akan pernah berhasil, dan apapun alasan lainnya. Namun percayalah, saat kita jujur pada diri sendiri, kekuatan yang ada di dalam diri kita sudah bertambah secara otomatis. Ya secara otomatis.

Tentunya, meskipun saya menuliskan tulisan ini, bukan berarti saya adalah ahlinya dalam menjadi diri sendiri. Kadangkala saya juga merasa takut untuk menjadi diri sendiri. Kadangkala saya merasa lebih nyaman jika saya berdiri memandang orang dibalik topeng yang saya ukir sendiri. Saya juga masih belajar –dan akan selalu belajar- untuk selalu menjadi diri sendiri, bangga pada diri sendiri.

Jadi, marilah kita belajar bersama-sama untuk menjadi diri sendiri!

1 Komentar

Filed under Freedom to speak, Sehari-hari

One response to “Menjadi Diri Sendiri

  1. widiagroup

    NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu (SMU, Kuliah, Sarjana, karyawan dll yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor.
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://joinkerjaonline.blogspot.com/

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s