Sedikit Ilmu Dari Salim A Fillah

Salim A. Fillah, pernahkah anda mendengar nama itu? Jika anda adalah pembaca setia buku-buku keluaran pro-u media, pastilah anda tidak akan melewatkan namanya sebagai salah satu penulis favorit anda. Pasalnya, karya-karya dari Ustadz Salim bisa dibilang sudah melegenda bagi penerbit itu. Lihat saja salah satu buku supernya yang sudah jadi best seller, “Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan”. Meskipun anda mungkin belum mebacanya sekalipun, saya yakin anda pernah mendengar nama buku itu.

Lalu ada apa dengan Ustadz Salim? Memangnya siapa dia bagi saya sehingga saya sok-sokan menyebut namanya seolah-olah saya sangat kenal dengan dia?

Saya memang tidak kenal dengan beliau, namun, saya baru saja mendapat ilmu yang luar biasa dari beliau. Ilmu itu saya dapatkan kemarin, tanggal 27 Februari 2011 hari Ahad. Di mana saat itu ada sebuah talk show yang diadakan oleh SMART SYUHADA yang mendatangkan ustadz Salim sebagai pembicara utamanya. Dan saya merasa sangat beruntung memiliki kesempatan itu.

Apa saja yang disampaikan Ustadz pada kesempatan itu? Tentunya, dalam kapasitasnya sebagai Ustadz yang aktif berdakwah sekaligus sebagai penulis best seller, materi yang disampaikan oleh beliau bukan main-main. Meskipun istilah yang digunakan beliau saat berbicara di depan adalah ‘berbagi’, namun yang saya rasakan adalah, kita menerima ilmu yang snagat banyak dari beliau. Maksudnya, ilmu dari Allah SWT yang dilewatkan oleh Ustadz Salim A Fillah.

Karenanya, ijinkanlah saya berbagi kepada anda semua, tentang ilmu luar biasa yang diberikan Ustadz pagi itu.
Jadi di dalam kesempatan itu, Ustadz Salim menyampaikan bahwa penulis baik itu sebaiknya memiliki tiga hal utama, yaitu : Memiliki daya ketuk dan daya sentuh, memberi isi dalam tulisan dengan semangat belajar yang tinggi, dan dalam tulisannya penulis harus memiliki daya menjelaskan. Tentunya, kita tidak akan paham jika hanya sebatas itu saja. Karenanya, Ustadz, mengelaborasi setiap aspek itu dengan cukup detail.

Memiliki Daya Ketuk dan Daya Sentuh

Jika kita menyebut-nyebut ketuk dan sentuh, maka kita harus menetukan sebuah objek yang menjadi sasaran dari ketuk dan sentuh itu. Lalu, adakah objek sasaran yang lebih mendasar dari hati? Hati sebagai landasan akhlak manusia, hati yang merupakan segumpal darah yang begitu penting bagi manusia. Ya, hati lah yang harus dapat di ketuk dan di sentuh oleh tulisan kita.

Lalu bagaimana cara menyentuh hati? Tentunya tidak mutlak harus selalu menyebut kata ‘cinta’, meskipun kadang kata itu bisa dnegan sangat mujarab untuk menyerang hati. Ada sebuah prinsip lagi yang diungkapkan oleh Ustadz Salim untuk membuat kita dapat menyentuh dan mengetuk hati pembaca kita. Yaitu menulis dengan hati.

Menulis dengan hati? Ya, konsepnya sangat sederhana. Sesuatu yang kita tulis dengan hati, pastilah akan dibaca dengan hati pula. Mungkin terdengar imajiner, namun jika kita praktekkan, baru lah kita akan menyadari betapa dahsyatnya konsep ini.

Dan alat terkuat untuk dapat menulis dengan hati tentunya harus tulus dan ikhlas. Tulus dalam berbagi dan ikhlas bahwa yang kita lakukan ini untuk Allah. Kadangkala kita ingin menulis untuk dipuji, dan itu akan membuat tulisan kita hancur. Semua itu tergantung niatnya.

Ditambahkan oleh Ustadz lagi, bahwa jika menulis kita harus dapat menjawab tiga pertanyaan dasar terlebih dahulu. Yaitu :
Mengapa kau menulis?
Mengapa itu kau tulis?
Mengapa harus kau yang menulis?
Jika tiga pertanyaan itu dapat kita jawab, Insya Allah tulisan kita akan memiliki daya ketuk dan daya sentuh.
Memberi Isi Dalam Tulisan Dengan Semangat Belajar yang Tinggi

Untuk aspek yang satu ini, jawabannya sederhana saja dari Ustadz. Namun barangkali dalam praktiknya tidak semudah itu. Mengingat kadangkala kita merasa ‘sok’ sibuk dengan kehidupan kita. Dan merasa bahwa kegiatan kita yang paling penting ini menajdi makruh hukumnya. Apakah kegiatan penunjang pembelajaran menulis itu? Ya, Membaca. Simpel bukan?
Kita harus banyak membaca jiak ingin menulis. Tulisan kita akan menajdi sangat abstrak, hambar, dan garing jika kita tak pernah membaca. Karena dari bacaan kita itulah, kelak akan menjadi bumbu-bumbu penyedap untuk tulisan kita.

Memberikan cita rasa dari pelbagai aspek wawasan yang akhirnya akan kita ramu dan menjadi rasa yang khas dengan diri kita.

Banyak membaca! Mudah diucapkan, namun belum tentu meudah juga dilakukan.
Daya Menjelaskan

Apa tujuan kita menulis selain berbagi? Rasanya hampir tidak ada. Tentunya dengan asumsi kita menulis karena kita suka menulis. Bukan dari paksaan orang lain. Saya yakin, berbagi adalah tujuan utama kita. Semoga.

Lalu, jika kita ingin berbagi, ada sebuah konsep dasar yang baiknya kita ikuti. Yaitu kesederhaan dalam tulisan kita. Kita sesuaikan bobot tulisan kita dengan segmen pembaca. Jika tulisan kita tujukan untuk masyarakat umum, tentu akan berbeda dengan yang kita tujukan untuk dosen kita. Dan memang begitulah seharusnya.

Bahkan menurut Ustadz, kesederhanaan adalah inti dari penyampaian kebenaran. Kata yang singkat, namun bagi saya sangat bertenaga. Karena yang dikatakan memang benar. Jika dalam tulisan itu ada tendensi yang sifatnya untuk memberi tahu secara gamblang (maksudnya adalah seolah-olah mengatakan saya pintar dan kamu bodoh) maka tulisan itu akan menjadi memuakkan.

Karena itulah, konsep menulis untuk berbagi seyogyanya kita tegakkan. Karena dengan begitu kita akan dapat terus belajar.

Itulah beberapa hal yang disampaikan Ustadz Salim A FIllah. Semoga dapat bermanfaat agi kita semua. Saya tidak melakukan apa-apa di sini, hanya menulis ulang catatan saya saja. Meskipun begitu, saya yakin banyak sekali cacat dalam tulisan ini, sehingga saya masih perlu banyak belajar. Karena itu, saya sangat berterima kasih kepada Anda semua, karena telah sudi membaca tulisan saya sampai sekarang. Apalagi jika anda mau berbagi ilmu dengan memberikan kritik yang membangun. Terima Kasih.

2 Komentar

Filed under Freedom to speak

2 responses to “Sedikit Ilmu Dari Salim A Fillah

  1. edo

    woa, terima kasih atas tambahan ilmunya mas!!

  2. dina

    hmm, lumayan memberi manfaat jg

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s