Energiku, Bertambahlah!!

Fiuh, lagi-lagi saya mengalami masa paceklik dalam menulis. Lagi-lagi blog saya tercinta ini harus kembali mengalami masa-masa dimana dia kosong tak terurus. Kasian banget, masak keren-keren gag ada yang ngurusin? Namun untungnya, sekarang saya kembali memaksakan diri untuk kembali mengetik huruf-huruf di layar komputer. Anehnya, pemaksaan saya kali ini berdasarkan pada satu kenyataan : saya merasa kehabisan energi!

Mengapa kehabisan energi? Bukankah energi itu akan habis hanya saat kita memutuskan untuk menghabiskan energi kita sendiri? Lalu, mengapa saya memutuskan untuk menghabiskan energi? Sebuah pertanyaan yang bagus, walaupun tidak sebagus wajah saya.

Jadi beginilah teori simpelnya. Dalam keadaan seperti apapun, saya selalu berusaha menganggap bahwa energi saya masih ada. Saya selalu mengatakan pada diri saya bahwa saya bisa dan saya mampu dan saya sanggup (lagi-lagi bermain sinonim yang tidak efektif). Namun untuk kali ini kasusnya berbeda. Bukan kasus pembunuhan, bukan pula kasus pemerkosaan. Yang benar adalah kasus bunuh diri dan kasus memperkosa diri sendiri, ahh, ngaco! Jadi kembali pada habis energi tadi, kali ini saya merasa bahwa saya harus menganggap diri saya kelelahan dengan semua permasalahan pribadi saya. Entah itu di Jogja maupun di Solo, semuanya terasa begitu mengekang dan menjepit dan memasung dan memberangus (tuh kan, sinonim lagi, huh). Saya benar-benar merasa perlu istirahat, baik pikiran maupun badan, agar mempunyai cukup waktu untuk kembali beraksi.

Jadi jujur saja, saya merasa bahwa saya harus benar-benar mempertimbangkan untuk beristirahat. Berisitirahat di sini tidak berarti Cuma tidur atau duduk-duduk saja, melainkan menghilangkan beban-beban yang ada di hati. Refreshing diri sejenak, untuk kemudian kembali dengan jiwa dan raga yang lebih kuat. Tidak mudah memang, bagaimana mungkin menghilangkan beban sejenak untuk kemudian membawa beban itu lagi? Benar-benar konyol. Tapi itulah yang menurut saya harus saya lakukan. Supaya nantinya, saya dapat kembali lagi dengan pikiran dan gairah yang baru (tentunya itu tidak termasuk pada wajah, sayang sekali kalau wajah saya harus ganti, hoho).

Namun, keinginan saya itu sepertinya tidak mendapat restu dari yang di atas. Pasalnya, mana mungkin saya beristirahat jika tanggung jawab saya belum selesai? Mana mungkin saya bisa menghilang begitu saja dari hal-hal yang harusnya saya kerjakan? Bisa-bisa saya dikira lelaki hidung belang, yang meninggalkan pacarnya begitu tahu dia hamil (oke, saya tahu contoh ini terlalu ekstrim). Saya harus menyelesaikan tanggung jawab itu dahulu. Artinya, saya masih belum bisa beristirahat.

Jika memang benar seperti itu, maka apa yang harus saya lakukan?

Saya sempat merasa bingung dan frustasi dengan semua keadaan ini. Saya merasa bahwa saya sudah terjebak dalam lingkaran setan yang tidak mengijinkan saya untuk sejenak keluar dan menghela nafas. Sepertinya, saya tidak punya pilihan lain selain terus menerus melanjutkan siksaan ini. Yah, bagi saya asal tidak disodomi sih gag papa, ahh, ngaco lagi!
Saya terus merasakan kepenatan itu. Hingga akhirnya, saya sedikit membuka mata saya, dan melihat sesosok wanita cantik di depan saya.

Memang, lagi-lagi saya harus melihat wajah si cantik. Dan itu sungguh menyenangkan. Melihat wajahnya, senyumnya, juga kedipan matanya (mungkin bisa juga dimasukkan, cablang kupingnya, hehe) benar-benar memberi saya kekuatan. Mungkin saya memang sudah kehabisan energi. Tapi begitu melihat si cantik, saya menyadari, bahwa saya tidak sendiri. Saya merasa mendapat charger energi baru lagi. Saya menyadari bahwa saya tidak harus beristirahat untuk mendapatkan energi baru. Energi itu bisa saya dapatkan dari energi yang secara tidak langsung saya dapatkan dari si cantik. Terkesan tidak nyambung memang, tapi ini bukan sinetron yang harus nyambung ceritanya (bukannya kebanyakan cerita sinetron itu tidak nyambung ya?). Namun saya yakin, bahwa hal ini secara tidak langsung saling berkaitan. Energi habis, tidak mempunyai waktu untuk rehat. Artinya energi tidak bisa ditambah oleh diri sendiri. Tapi kemudian ada si cantik yang menambah energi untuk saya. Cukup nyambung bukan? Once more, thanks buat supportnya, anggraeni jatu ratnasari.

1 Komentar

Filed under Freedom to speak, Sehari-hari

One response to “Energiku, Bertambahlah!!

  1. Heu…
    Sama mas. Ini juga baru balik ngeblog lagi…đŸ˜€

    *bersihin sarang laba2*

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s