JJC 2010

Kalau tidak salah, pada tanggal 16 oktober lalu di Jogjakarta diadakan Jogja Java Festival. Tempat tepatnya adalah di Jalan Malioboro yang sangat rame namun cukup sempit itu. Dan saya, sebagai pengagum budaya Jogjakarta, tentu saja datang menonton. Oke oke, tujuan utamanya sebenarnya memang untuk pacaran dengan si cantik,🙂 . Tapi tetap saja, semua itu dikarenakan saya kagum dengan budaya Jogjakarta. Hoho…

Meskipun acara sempat molor sekitar setengah jam, namun secara over all acara berjalan lancar. Tidak hujan, aman terkendali, tidak ada maling, dan tidak ada cewek yang menggoda saya. Khusus untuk yang terakhir disebutkan, sebenarnya saya sangat mengharapkannya, (ngacir). Hebatnya, setelah acara selesai, saya langsung terguyur hujan dalam perjalanan pulang. Suatu bukti kehebatan pawang keraton. Atau bisa jadi bukti bahwa saya orang yang sial dalam hal hujan-hujanan.

Di karnaval sendiri, ada beberapa performer yang lucu dan keren. Berikut beberapa foto yang bisa diambil oleh Ali, teman satu kampus saya. Juga ada foto hasil jepretan saya sendiri menggunakan kamera Ali. Cekidot.

Preshow dari JJC. Ada semacam becak-becak yang berisi orang jawa. Sebenarnya, ada juga wanita cakep yang menaiki becak itu. Sayang, Ali lebih suka memotret model cowok. Sebagai informasi, teman saya Ali ini adalah seorang cowok.😀


Eits, itu bukan wajah saya lowh. Itu juga adalah salah satu dari performer yang ada di JJC. Muka sangar mirip buta atau buto, saya tidak tahu bagaimana ejaannya yang benar. Buta atau buto adalah raksasa dalam legenda jawa. Biasanya dia hobi makan cewek. Beda dengan playboy yang suka makan hati cewek. Sangat beda dengan saya yang suka makan hati ayam.😛


Entah kenapa dari tadi objeknya cowok melulu. Tapi itulah kenyataannya. Dengan topi mirip kepala suku Indian, mas-mas yang satu ini terlihat memesona. Aduh, air liurku jatuh di keyboard!


Bagian pertama dari JJC, yaitu kereta kuda yang diisi oleh pengantin. Ada sekitar 7 kereta kuda. Kalau tidak salah, ada mitos yang mengatakan begini ‘… kalau kamu sedang bersama kekasihmu lalu bertemu dengan 3 pasang pengantin, berarti kamu jodoh…’ Sekarang saya bertemu 7 pasang, dan sedang bersama si cantik. Jadi??? (bilang amin donk)


Ya, mereka adalah bagian dari performer. Bule-bule yang mengenakan pakaian jawa. Mereka dengan bangganya mengenakan pakaian jawa milik kita. Bagaimana dengan kita? Banggakah kita saat mengenakan pakaian adat kita masing-masing?


Sebuah mobil yang ditumpangi oleh orang asing lagi. Namun kali ini mereka memakai adat mereka sendiri. Ada yang dari amerika latin dan menari tango atau mungkin samba, saya tidak tahu bedanya.🙂


Ihiyy, akhirnya ada juga objek cewek di Fotonya Ali. Sepertinya dia mulai sadar akan kodratnya.😀 Cewek cantik dengan pakaian ala thailand. Negeri yang saat ini sedang dilanda kekisruhan. Walaupun kisruhnya tidak separah muka saya.


Vehicle megah yang melambangkan wayang. Kain putih yang bersih menjadi hiasan utama di vehicle itu. Karena saya tidak tahu nama vehicle itu, maka saya sebut dia ‘mobil wayang’. Oke oke, sebutan itu memang sangat biasa. Sepertinya, saya memang tidak ahli memberi julukan.


Ya, anda benar sekali, itu adalah burung elang. Eh, maksud saya kertas dan kayu yang dibentuk sedemikian rupa hingga terlihat seperti burung elang. Kalau dia bisa bercuit-cuit sehebat burung muray, mungkin harganya jutaan.


Lagi-lagi Ali ‘khilaf’ dan memotret cowok-cowok. Bahkan saat posenya sedang tidak wajar seperti itu.


Lagi-lagi ada yang mirip dengan saya. Tapi suer, itu bukan saya kok. Dia adalah badut kerajaan yang bertugas menghibur sang raja saat raja merasa gundah gulana. (sok tau)


Vehicle terbaik menurut saya. Karena melambangkan hijaunya alam kita. Satu lagi ketukan untuk cinta kita terhadap alam.


Naga hijau. (udah, Cuma itu aja. Keliatan banget malesnya buat nerangin lebih jauh.)


Kereta kuda. Keren banget luwh. Jadi kaki-kaki kuda itu bisa terus bergerak. Di keretanya duduk putri yang sangat cantik. Pertanyaan yang sama, kenapa Ali memilih memotret kudanya dibanding putrinya? Masih mending kalau suka sama cowok, tapi kalau suka sama kuda? Jangan-jangan kudanya juga cowok? Parah!


Akhirnya masuk ke foto hasil jepretan saya. Ternyata objeknya pun juga sama saja dengan Ali. Bahkan kali ini lebih parah, kereta kuda yang isinya cowok. Yekz…
Sepertinya saya tahu bahwa Ali bukannya tidak normal, dia normal. Yang tidak normal adalah kameranya! (asal cari kambing hitam)


I love chinese! Eh, tapi cinta nomer satu tetap orang jawa, khusunya Sleman,😀


Tuh kan tuh kan, saya motret cewek. Saya suka cewek ahli bela diri. Sebagai informasi, si cantik juga ahli bela diri luwh. Dia hebat dalam olahraga gulat bantal dan patah ayam (sejenis teknik untuk mematahkan tulang ayam yang masih keras untuk dimakan).


Kelompok sepeda onthel. Dengan bunyi belnya yang khas. Tapi hebat kan, objeknya cewek semua cing! (entah kenapa, saya jadi terlalu membahas gender dalam hasil jepretan seseorang. Mungkin itu menunjukan sempitnya pandangan saya tentang foto, hoho)

Yeps, that all I’ve got. JJC tahun 2010 adalah yang pertama bagi saya. Harapannya, semoga tahun depan saya tetap bisa ke sana bersama si cantik, hehe…

Tinggalkan komentar

Filed under Gag jelas, Sehari-hari

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s