Cinta Kentut

Anda pernah melihat film twitter? Maaf maksud saya twilight. Jika pernah, maka anda akan mendapati sebuah cinta yang menyakitkan dari Jacob si manusia serigala yang macho. Dimana dia dengan segala kemachoannya hanya mampu ‘ngeces’ melihat cintanya bertepuk sebelah tangan pada Bella. Cintanya tidak mendapatkan respon positif dari Bella. Dia hanya dianggap sebagai teman, dan bagi sebagian orang, itu sangatlah menyakitkan. Tak ubahnya seperti menghisap rokok tanpa api, capek!

Dilain pihak, anda mungkin juga suka membaca komik Naruto? Jika suka, maka anda akan mendapati cinta yang begitu tidak adil untuk Sakura. Yang cintanya hanya dimanfaatkan secara kejam oleh Sasuke. Sasuke yang cool namun penghancur hati wanita, beda sekali dengan ian yang cool namun pemelihara hati wanita, hoho.

Mengapa saya menyebutkan contoh-contoh di atas? Mungkin itu pertanyaan anda jika sekarang bertemu dengan saya. -khusus bagi ibu-ibu, mungkin mereka lebih ingin mencubit wajah imut saya- Tapi, itulah menurut saya contoh-contoh tentang kesempurnaan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Sangat kuat dan tidak tertahankan di hati, namun tidak mempunyai tempat untuk diberikan. Yang akhirnya berujung pada cinta yang bertepuk sebelah tangan, ditolak, diacuhkan, diremukkan, ditampar, dibacok, dipecel-pecel, dihanguskan! Oke, sepertinya saya cukup kelewatan dalam memberi contoh, sebaiknya kita sensor saja bagian-bagian yang dirasa terlalu vulgar,🙂.

Bagi saya, cinta yang seperti itu tidak ubahnya dengan cinta kentut. Ya, kentut yang kita keluarkan setiap hari itu. Kentut yang jika bunyinya keras akan membuat kita malu terhadap calon mertua dan calon kakak ipar. Namun bila tidak bunyi justru akan menimbulkan bau yang bagi sebagian orang dianggap sebagai ‘bau kentut’. Biasanya bau itu mempunyai kekuatan dahsyat yang bahkan bisa membuat cewek cantik pun jadi terlihat jelek karena memonyongkan bibirnya. Lalu, mengapa saya bisa menyamakan cinta yang tak berbalas dengan kentut?

Kentut dalam bahasa inggris adalah fart. Pet dalam bahasa prancis. Dharathatun dalam bahasa arab. Onara dalam bahasa jepang. Dan jika anda ingin tahu lebih banyak lagi silahkan kunjungi google translate sendiri. Karena sejujurnya, semua itu tidak ada hubungannya dengan cinta kentut,😀

Oke, let’s take it seriously. Mengapa harus cinta kentut? Sekarang coba anda bayangkan, bagaimana rasanya kentut jika ditahan? Sakit? Mules? Yang jelas bukan kenyang. Itu juga yang terjadi untuk cinta tak berbalas itu. Akan sangat sakit jika kita tahan.

Kita tidak akan kuat menahan cinta kentut. Setiap kita makan, kita akan tetap memikirkannya. Setiap kita memakan paha ayam, kita akan membayangkan paha sang pujaan hati itu. Saat kita memakan mie instan, kita akan membayangkan rambut indahnya. Saat kita memakan gula, kita akan membayangkan senyum manisnya. Saat kita memakan arang panas kita akan… oke, kita lupakan yang satu itu. Jadi kembali pada intinya, kita tidak akan kuat menahan cinta kentut.

Namun, cerita tidak berhenti sampai di situ. Kita kembali pada kentut. Sekarang coba anda bayangkan, seandainya ada banyak orang disekitar anda. Apa yang anda rasakan jika kemudian anda mengeluarkan kentut? Pasti malu dan membuat orang menjadi risih kan? Bahkan anda beruntung jika anda tidak digampar. Apalagi untuk orang yang kentutnya bau seperti saya,🙂

Dari analogi di atas, kita dapat menghubungkannya dengan cinta kentut. Karena cinta kentut, apabila dia dikeluarkan akan mengeluarkan efek yang kurang lebih sama dengan kentut itu. Ya, dia akan malu terhadap orang lain (karena dia ditolak mentah-mentah) dan akan menimbulkan perasaan risih dari si pujaan hati. Ingat, sejak awal cinta kentut adalah konsep untuk cinta yang bertepuk sebelah tangan. Jadi jika ada kasus cintanya diterima, sama sekali tidak masuk dalam kategori cinta kentut ini.

Cinta kentut bukan akhir dari segalanya

Apakah anda saat ini mengalami cinta kentut ini? Atau mungkin pernah? Saya pernah! Bahkan sebenarnya, cerita cinta saya di masa sekolah semuanya adalah tentang cinta kentut. Namun yang paling berkesan adalah cinta kentut jaman SMA. Cinta kentut yang saya alami selama tiga tahun. Bayangkan saja bagaimana muka seseorang yang menahan kentut selama 3 tahun! Ya, ini nyata dan saya mengalaminya. Ee, maksudnya bukan kentutnya, tapi cintanya.

Saat itu sungguh luar biasa. Perasaan cinta saya bergejolak begitu besar. Seakan-akan seluruh hidup saya terpusat hanya untuk Rena, wanita idaman saya saat itu. Meskipun sedikit gemuk dan tidak begitu tinggi, bagi saya dialah wanita nomor satu disekolah saat itu. Bahkan, paling cantik se-kotamadya! (saya tidak akan lebay dengan mengatakan dia wanita tercantik di dunia. Karena ternyata, ada yang jauh lebih cantik dari dia di Sleman,😀 ) Hari-hari saya habiskan untuk mencari dia, dan kemudian hanya sekedar mencuri pandang untuk melihat wajahnya yang putih bersih.

Saya sungguh menikmati hari-hari itu. Namun ketika akhirnya saya tidak dapat menahan cinta kentut saya, semuanya berakhir. Dia menjadi menjauh dari saya. Ditambah olok-olokan dari teman-teman saya kepadanya membuat dia semakin menjauh bahkan benci kepada saya. Dan kejadian itu sungguh menyakitkan. Merobek hati, meremas kepala, dan mencubit hidung. Hari-hari terakhir saya di SMA diwarnai dengan kesuraman. Wajah saya memang suram, namun haruskah nasib saya juga sesuram ini? T.T

Saya terus beranggapan seperti itu, sampai akhirnya saya mendapatkan si cantik. Si cantik yang menurut saya sekarang jauh lebih baik daripada Rena. Membuat saya merasa beruntung dulu tidak mendapatkan Rena. Karena jika saya mendapatkan Rena, belum tentu saya akan mendapatkan si cantik.

Jadi, memang seperti ini jalan cerita cinta kentut. Cinta kentut yang sangat sakit jika ditahan, yang akan malu jika dikeluarkan. Namun setelah beberapa saat, perasaan itu akan hilang sendirinya dan menimbulkan cinta yang lebih baik lagi. Karena itulah, jika anda saat ini merasa sedang memiliki cinta kentut, tak perlu khawatir, segera keluarkan saja. Biarkan kepahitan menerpa anda untuk beberapa saat. Dan lihatlah kenyataan baik yang menanti anda. Bisa jadi dengan orang yang sama, atau malah dengan orang yang lebih baik. Percayalah itu.

Pertanyaan terakhirnya adalah, berapa kali anda kentut saat membaca tulisan ini?

3 Komentar

Filed under Freedom to speak

3 responses to “Cinta Kentut

  1. sumpah….buat ane kentut terus waktu baca..tapi sipp lah!!!

  2. 3 kali kentut,,,,,,gokil

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s