Cantiknya Taman Sari

“Tak peduli ke mana kau pergi, asalkan itu bersama orang yang kau sayangi, pasti akan selalu menyenangkan.” Saya tidak tahu itu adalah kuota dari mana, tapi saya anggap kata-kata itu sangat benar. Itu terbukti pada tanggal 17 oktober kemarin. Di mana saya dengan si cantik pergi berkencan dan bermain bersama. Semuanya sangat menyenangkan, bahkan jika ditambahi dengan fakta ini : kita tidak mempunyai tujuan yang jelas untuk pergi!

Awalnya, kita memang memilki tujuan yang jelas, yaitu di kaliurang. Namun sayangnya, hujan deras terus mengguyur daerah jalan kaliurang. Benar-benar dibutuhkan sebuah kekuatan yang ekstra untuk dapat bertahan di jalanan itu. Maklum, kita berdua sama-sama jarang mandi, jadi susah untuk menerima guyuran air seperti itu. Karena hal itulah, kami memutuskan untuk mundur dari medan perang. Lebih baik kita mencari tempat yang lebih aman di Jogjakarta dibanding harus mempertaruhkan martabat jika kami pergi ke kaliurang (gag nyambung).

Akhirnya, kami memutar balik Toti (nama motor saya) menuju ke arah peradaban (baca : kota Jogja). Untungnya, perjalanan kami ke kota tidak diiringi dengan hujan deras. Sehingga kami dapat berjalan dengan santai dan asik. Sialnya, selama perjalanan itu kami tidak menemukan tempat tujuan yang asik untuk disinggahi. Emm, sekedar info saja, yang dimaksud dengan asik di sini adalah nyaman dan GRATIS, hehe.

Jalan terus berlalu, hingga akhirnya roda toti membawa kita sampai di area keraton. Menarik juga! Kata saya dalam hati. Pasalnya, kita berdua belum pernah pacaran di keraton. Sesekali main di sana mungkin akan menyenangkan. Sehingga kemudian saya putuskan untuk memacu Toti menuju alkid (alun-alun kidul) bukan alut (alun-alun utara, tapi si cantik dengan polosnya memilih untuk menyebutnya dengan altar).

Kami sampai di alkid. Ternyata kosong dan garing sangat.

Lagi-lagi kita sempat kebingungan. Namun kali ini giliran si cantik yang beraksi. Dia langsung menganjurkan dan menyarankan dan mengarahkan ( ayoo, bantu saya menemukan sinonim-sinonim yang lainnya,😀 ) kepada saya untuk pergi ke taman sari saja. Saya yang bukan orang Jogja pun bingung, apa itu taman sari? (alesan!) Anda juga tidak tahu? Baiklah saya beritahu. (walaupun tahunya juga baru aja, tapi gaya nomer satu cing!)

Taman sari adalah tempat pemandian para selir-selir raja dan juga permaisuri. Tempat yang tentunya sangat dijaga kesuciannya mengingat di situlah tempat para wanita-wanita kelas wahid di keraton waktu itu untuk menjaga kecantikannya. Tentunya, penjagaan ketat untuk menjaga agar pemandian terbebas dari lelaki hidung belang ( maaf jika ada yang merasa tersindir ) sangat dibutuhkan di sini.

Namun tidak hanya itu saja. Di area itu juga terdapat masjid bawah tanah yang luar biasa eksotis. Tempat favorit untuk hunting foto. Anda yang merasa fotografer perlu mencoba tempat itu. (mungkin ada yang butuh model ganteng dengan harga miring? Bukan saya, karena saya model ganteng dengan harga mahal, :P) Di tempat itu pula, dahulu sang sultan sering bersemedi untuk bertemu dengan nyi roro kidul. (oke, ini terakhir kali bahas nyi roro kidul deh, saya ngeri)

Inilah tempat eksotis yang saya maksud itu.

Saya mohon, jangan fokus pada kecantikan modelnya, tapi keindahan bangunannya,🙂

Cukup menarik bukan? Lalu saya bertemu dengan pak Amad (semoga saya mengeja namanya dengan benar, karena saya belum sempat melihat dia menulis namanya, huhu). Beliau kemudian menawarkan diri untuk menjadi guide saya. Saya pun tidak keberatan, karena saya memang tidak tahu tempat itu sama sekali. Coba kalau ibu saya lahirnya di situ, pasti saya lebih tahu dari pak Amad! (padahal kawasan rumah saja, saya sudah tidak begitu hafal, hehe)

Beliau kemudian menunjukan tempat pemandian yang dimaksud itu. O iyaw, sekedar flashback, awalnya saya dan si cantik salah masuk. Kami masuk dari pintu keluar!! Untung ada pak Amad.

Oke, kita kembali ke plot yang seharusnya. Tadi sampai mana ya? Saya lupa! Owh, oke oke, terima kasih sudah diingatkan, jadi tadi sampai pada tempat pemandian. DI situ kami hanya bisa melihat pemandian itu dari atas karena pintunya sudah ditutup.

Tempatnya cukup ngeri juga kalau dilihat dari atas. Soalnya sama sekali tidak ada pagarnya, kalau jatuh ya jatuh deh (gag pake ketimpa tangga, hoho). Saya ngeri banget lihatnya! Tapi si cantik malah ngeloyor jalan-jalan di pinggir. Benar-benar bikin deg-degan! Tapi namanya juga cinta, saya pun memberanikan diri untuk menyusulnya. Celakanya, gara-gara itu dia jadi ingin mempotret saya! (mana mungkin saya membiarkan diri saya difoto dalam keadaan meringis ketakutan?!)

Tapi namanya juga cinta, saya pun meng-iyakan permintaan si cantik. Walaupun dengan keadaan sangat takut dan gemetaran. Hasilnya pun benar-benar terlihat bahwa saya sedang deg-degan.

Oke, saya tahu, saya masih tetap terlihat ganteng.

Saya pun kemudian memfoto si cantik. Buset, cantik banget tu anak!!


itu adalah tempat permaisuri mandi. Keren kan? hoho…


Dari tempat itulah sultan melihat para selir dan permaisuri mandi. Lalu kemudian Sultan melempar bunga ke kolam dan selir yang mendapatkannya akan diperbolehkan menemani sultan malam itu. (pengen??)

Akhirnya kita pulang.

Sebenarnya, saya ingin mengakhirinya sampai di situ saja. Tapi kalau kalimat terakhirnya seperti itu (akhirnya kita pulang), jadi keliatan seperti karangan bebas anak SD kan? Jadi saya tambahi deh sedikit-sedikit. (padahal tulisan secara keseluruhan tu seperti karangan anak TK yang baru belajar mengenal huruf. Masih mending sih dbanding karangan anak balita yang baru belajar bicara, hoho)

Jadi pelajaran yang bisa dambil dari perjalanan kami kali ini adalah : lakukan apapun untuk orang yang kamu cintai. (GAG NYAMBUNG!!!) Waduh, keburu kepencet kurung tutupnya, jadi saya tambahi di sini aja ya, (DAN GAG PENTING!!!!)

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak, Gag jelas, Sehari-hari

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s