“TTPPIPPBBYBJKBVKIHPKAMBBT”

Masi ingat dengan postingan saya pada bulan Juli lalu yang menceritakan tentang masa kecil “bahagia” saya? Jika belum, maka silahkan di klik yang warna biru itu, maka secara ajaib anda akan tersambung ke tulisan sederhana itu.🙂

Kini, saya mencoba untuk menyambung kembali cerita itu. Karena seperti yang sudah saya janjikan di postingan sebelumnya tentang masa kecil “bahagia” saya, saya akan menceritakan permainan keren saya dulu. Jadi, apakah permainan keren saya itu??

Jujur saja, saya tidak tahu nama resmi dari permainan itu, jadi ijinkan saya menamai sendiri permainan itu. Namanya adalah “Tembak-tembakan pake pistol isi peluru plastik bulet-bulet yang berbahaya jika kena bagian vital, karena itu harus pakai kacamata agar mata benar-benar terlindung”. Hmm, judulnya kepanjangan ya? Sepertinya saya harus mencari nama lain. Tapi untuk sementara kita pakai nama itu saja ya? Karena nama itu cukup representatif. Saya yakin anda pasti sudah punya gambaran tentang permainan itu begitu dengar namanya. Untuk mempersingkat, kita singkat saja namanya berdasarkan huruf awal di tiap katanya, menjadi “TTPPIPPBBYBJKBVKIHPKAMBBT” (Masih kepanjangan dan benar-benar susah dimengerti!!)

Jadi seperti namanya, permainan “TTPPIPPBBYBJKBVKIHPKAMBBT” itu bertujuan untuk mengenai lawannya dengan peluru plastik untuk membunuh mereka. Tentu saja membunuh bo’ongan. Biasanya dibagi dalam dua tim dan tim yang menyisakan anggota hidup yang terakhirlah yang menang. Dan pemenangnya boleh mengencani wanita tercantik di kampung (Tidak tidak, yang ini seratus persen bo’ong!!).

Saya adalah salah satu pemain di situ. (Yang selalu terbunuh di awal laga)

Kemudian pada suatu hari, kita pun berkumpul dan bermain bersama. Lalu saya mendapat peran untuk menjadi penembak jarak dekat. Hal itu dikarenakan saya harus melepas kacamata saya dan menggantinya dengan kaca mata hitam yang lebih murah dan kuat. Jadi jelas saja saya tidak bisa melihat dengan baik, sehingga saya harus maju untuk menembak. Saya cukup hebat melakukannya. Berlari kesana kemari, menghindari hujan peluru sambil menjatuhkan diri di selokan (gag ada airnya).

Sampai tiba-tiba…

Seorang anak kecil yang tangkas dan sepertinya memang sudah berniat jadi tentara bayaran mencoba memburu saya. Secara normal, seharusnya saya tidak takut melawan dia. Pasalnya, ukurannya tidak sampai setengah dari badan saya. Dia juga memgang senjata yang tidak terlalu besar dan berbahaya. Tapi jika mengingat fakta ini, saya langsung ngeri menghadapi dia. Dia adalah seorang ahli main kelereng! Jadi sekarang anda tahu alasan saya takut menghadapi dia kan? Bagaimana mungkin saya yang tidak bisa melihat dengan jelas akan menghadapi seorang anak kecil ahli kelereng yang pasti bisa membidik dengan tepat?

Dia terus memburu saya sampai saya terpojok.

Kemudian saya memutuskan untuk tidak lari dan menjadi lelaki sejati. Saya berbalik dan menembak balik ke dia. Kokang tembak, kokang tembak, kokang tembak! Saya terus melakukan itu, karena memang permainan “TTPPIPPBBYBJKBVKIHPKAMBBT” menuntut saya untuk melakukan itu. Kita berdiri berhadap-hadapan layaknya seorang koboi yang sedang berduel. Tentu saja, di situ saya berperan sebagai koboi ganteng dan dia menjadi penjahatnya,🙂

Ternyata tidak buruk juga. Keberanian saya cukup berbuah manis. Tembakan balasan yang serampangan dari saya berhasil balik memojokkannya. Saya pun merasa ada kemungkinan untuk menghabisi anak bau kencur dan pahit legit ini. Saya pun semakin bersemangat menyerangnya. Hingga akhirnya saya lupa akan pertahanan saya.

Lalu…

Dia menembakkan serangan balasan yang luar biasa tepat mengarah ke mata saya. CTARRRRR!!! Bunyinya sangat keras sekali. Tembakannya tepat mengenai kaca mata saya!!

Sebenarnya, peraturan dari “TTPPIPPBBYBJKBVKIHPKAMBBT” tidak mengharuskan saya untuk mati jika tertembak di mata, tapi saya menyerah dan memilih kalah. Mengapa begitu?? Seluruh tubuh saya masih deredeg (bergetar, deg-degan) akibat peristiwa itu. Saya masih shock membayangkan apa yang akan terjadi pada mata indah saya jika saya tidak mengenakan kaca mata itu. Mungkin saat itu saya akan kehilangan mata indah saya.

Untuk semua itu, kembali saya bersyukur kepada Allah SWT atas karunianya yang menyelamatkan saya dari kebutaan. Alhamdulillah.

2 Komentar

Filed under Gag jelas, Sehari-hari

2 responses to ““TTPPIPPBBYBJKBVKIHPKAMBBT”

  1. Ping-balik: Lapangan Barat : 20 Gol « ian bood

  2. Ping-balik: Ingin Kembali Ke SD | ian bood

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s