Field Trip To Wonosobo

Pada tanggal 2 Juni 2010 kemarin, saya dan si cantik beserta teman yang lainnya berlibur ke Wonosobo. Tujuan utamanya sebenarnya buat mengantarkan teman saya yang punya hajatan sih. Tapi walaupun di situ saya dan si cantik cuma jadi pengiring, tetep aja di tulisan ini saya tokoh utamanya, hha! Yah, namanya juga dunia penulis, jadi semua ditulis berdasarkan sudut pandang dia (curang). Ada yang mau protes? Silahkan hubungi hotline yang ada di blog ini, supaya lebih kenal saya juga. Yah malah jadi promosi, bego, ^^.
Oke, tapi sebelum sampai ke hari H, saya mau cerita sedikit tentang proses bagaimana saya akhirnya bisa ikut. Sumpah, perjuangannya panjang dan melelahkan bro! Siapkan tissue karena mungkin anda akan menangis saat membacanya. Yah, kan sebelum kita tahu kejadian kita harus tahu motifnya dulu, jadi gag ada salahnya lah buat diketahui, hehe.
Jadi begini, rencana awalnya sebenarnya kita berniat untk berangkat pada tanggal 6. Tapi teman saya yang punya hajatan tiba-tiba berniat menggantinya dengan tanggal 2 itu! What the f**k! kataku dalam hati saat itu. Bagaimana tidak, rasanya hampir mustahil bagi saya untuk dapat ikut ke sana. Setidaknya ada 3 alasan mengapa saya tidak yakin bisa ikut acara itu. Yaitu uang, acara/waktu, dan juga yang paling penting, motor. Tapi entah mengapa tiba-tiba saya mendapat jalan oleh Allah untuk dapat menemani si cantik.
Masalah uang yang sedikit dan tipis (bukannya pelit, tapi tanggal tua) secara ajaib juga terselesaikan. Yaitu tiba-tiba saya mendapat santunan anak yatim dari seseorang. Wow, that was awesome! Lalu untuk masalah acara atau waktu sendiri, tiba-tiba juga selesai. Jadi maksudnya masalah ini adalah, saya punya appointment (pasti pada gag tau artinya ya? Ayo ngaku? Saya aja kudu tanya orang dulu sebelum pake kata-kata ini. Jadi kalian harus sedikit menghargainya dengan berkata “tidak tahu” di dalam hati). Dengan seseorang (cowok kok, n_n) untuk bertemu pada rabu pagi. Tapi ternyata dia tidak bisa dan membatalkan atau mengubah waktunya menjadi hari kamis! Satu lagi keajaiban tuhan. Lalu yang terakhir, adalah masalah motor. Ini yang paling ajaib. Saat saya sudah merasa hopeless dan pasrah sama keadaan. Tiba-tba hape saya berdering tanda ditelepon. Eng-ing-eng, dengdengdereng!! Saya ditelepon oleh kakak saya yang cantik. Dia langsung menanyakan kapan saya akan pulang dari Jogja, dan diakhiri dengan kata-kata ini, “Motore gonen wae sik dek!” Kyaaaa!! Saya hanya dapat tersenyum dalam hati. Berteriak dalam mimpi dan juga beberapa bahasa lebai lainnya yang intinya adalah saya senang.
Hohoho, ajaib sekali bukan? Saya tahu saat ini anda pasti bertanya-tanya, mengapa saya bisa seberuntung itu. Eits, tunggu jika kalian melihat reaksi si cantik saat saya mengatakan bahwa saya bisa ikut. Wow, seperti mendapat anugerah dari tuhan! Dengan senyum manisnya dia merengek-rengek agar saya ikut dan itu adalah salah satu momen yang akan selalu saya kenang. Saya yakin kalian semua pasti akan ngiri jika melihat kejadian itu langsung. Akhirnya, jadilah saya berangkat ke Wonosobo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah bersama si cantik dan kawan-kawan.
Sebenarnya, tujuan kita kesana bukanlah pure senang-senang sih. Tapi lebih pada menjalankan sebuah misi. Misi yang diemban oleh teman saya. Tapi karena pelik dan sensitifnya masalah ini, jadi mending kita tidak usah ngomongin itu aja deh. Tapi lebih ke curhat saya. Ihiyyy!! Emangnya apa yang mau dicurhatin coba? Gag jadi deh, biar saya cerita sedikit kronologisnya aja, terus abis itu saya pamerkan foto-foto keren kita. Wataw!
Kita berangkat dari rumah si cantik pada pkul 06.00 WIB secara konsep. Tapi ternyata pada akhirnya karena ada seseorang yang terlambat (Saya gag akan bilang kalo yang terlambat itu adalah yang punya hajatan. Nanti ndak malu-maluin dia, kesannya kayag gag niat gitu. Ups, tadi saya ngomong ya? Keceplosan) maka akhirnya kita berangkat pada jam setengah tujuh. Perjalanan sangat lama dan menegangkan. Jalannya sangat rata dan nyaman sehingga kami semua senam jantung dan ketakutan. (Untuk memperjelas, kata “sangat rata dan nyaman” adalah majas ironi, hehe) Alhamdulillah kita bisa sampai di sana dengan selamat pad apukul 09.00. Cukup melegakan dan membuat saya lega.(itu contoh kalimat tidak efektif. Haha, alesan!) Dan sesampainya di sana, kita harus menunggu untuk dijemput oleh tuan putri dulu, untuk kemudian kita akan dipandu menuju rumahnya. Saya sebut tuan putri karena dia adalah objective dari misi kita. Sekali lagi, saya dan si cantik di sana cuma sebagi pengiring.
Akhirnya, kita sampai juga dirumahnya. Cukup indah. Jarak antara rumah yang satu cukup rapat dengan rumah yang lain, sehingga susah juga dalam parkirnya. Namun semuanya dapat saya kendalikan. (harus dong, masak di depan pacar keliatan bodoh, no way) Di dalam rumah yang di cat hijau pada bagian luarnya itu juga cukup unik. Di langit-langitnya ada semacam hiasan berwarna pink yang enak dipandang. Lalu di dinding-dinding juga banyak hiasan seperti kaligrafi ataupun keramik yang ada gambarnya. Lalu dihalaman depan tampak banyak pot-pot berisi aneka macam tanaman hijau. Pokoknya sip deh!
Dari itu kita kemudian bertolak ke telaga menjeng. Sekitar 30 menit dari rumah tuan putri. Di telaga itu saya dengan jelas melihatnya, melihat sebuah keindahan alam yang ada di situ. Apalagi ditambah dengan pemandangan wajah dari si cantik, semuanya terasa sempurna! Di sana sangat menyenangkan. Tapi sekali lagi, karena di situ saya bukanlah tokoh utama, jadi saya harus merelakan mengalah pada teman saya untuk lebih berkuasa. Dan karena ada satu orang yang kebetulan tidak membawa pasangannya di situ, saya pun terpaksa harus membiarkan si cantik untuk bersamanya saja. Walaupun sedikit kecewa, tapi saya senang kok . Apalagi teman saya yang satu orang itu juga sangat baik. Pasalnya, walaupun saya sudah memilih untuk diam dan tidak mendekati si cantik selama di situ, dia justru memberikan kesempatan buat kami. Hmm, I like your style sist! Hhe.
Neh, hasil jepretan kami, hehe…

Si cantik lagi berpose di depan telaga. Goshhh, telaga ama orangnya indahan orangnya!! hha….

Si cantik lagi merenung, akhirnya di jadiin photo profilenya di FB, sungguh senang aku. Ini kedua kalinya aku boleh njepret dia, yang pertama rahasia, hehe…..


Keliatan kayag mau nyium si cantik yaw?? padahal egag luwh, suwer deh, hhe…… (walopun wajahk mirip ariel, bukan berarti aku punya sifat kayag dia)

SO, gmana?? keren kan? hhe, kapan2 cerita lagi deh mbak mas…..

2 Komentar

Filed under Freedom to speak, Sehari-hari

2 responses to “Field Trip To Wonosobo

  1. Pertamaxxxxxxxx
    auw hahahaha….😀

    mantab!!
    LOL

  2. wkwkwkwkwk….
    cie-cie
    Ian keren je…

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s