Aku selalu cinta kamu, semoga kamu juga mencintaiku, dan Allah meridhoi kita…

Entah mengapa, saya merasa inspirasi saya saat ini sedang tinggi-tingginya dalam membuat sebuah tulisan yang isinya menggambarkan betapa sedang senangnya saat ini. Entah mengapa adrenalin yang mengalir dalam diri saya terus menerus meneriakkan kata cinta dalam semangatnya. Sehingga saya merasa nyaman saat berada dalam zona cinta ini. Walaupun sebenarnya, batas-batas dari zona cinta yang saya ciptakan sendiri ini begitu absurd. Saking absurdnya sampai saya sulit untuk membedakannya dengan perasaan saya yang lainnya. Namun untuk kasus ini, perasaan benci dan yang negative-negatif lainnya tidak ikut termasuk. Jadi karena alas an-alasan sederhana itulah, sekarang saya memutuskan untuk menulis tentang sebuah karangan cinta.
Jujur, saya sama sekali tidak mempunyai konsep yang jelas untuk tulisan saya yang kali ini. Apakah ini sebuah puisi yang didialogkan? Ataukah sebuah karangan ngawur yang bersifat fiksi dan tidak real? Dan mungkin juga adalah sebuah curhat yang mirip dengan diary yang saya publish? Well, I really-really have no idea with this. Tapi yang jelas, entah mengapa sesuatu dalam diri saya terus menerus memaksa untuk menuliskan hal ini, walaupun saya tidak tahu apa manfaatnya. Tapi saya merasa, jika saya tidak menuliskannya sekarang juga, maka saya menyesal nantinya.
Di sini, saya hanya ingin mengatakan bahwa saya baru saja bertemu dengan seseorang yang special. Emm, sebenarnya saya sudah bertemu dengan dia dari dulu, tapi entah mengapa, sekarang tiap kali bertemu selalu terasa berbeda. Saya sempat beranggapan bahwa hal ini dikarenakan saya baru saja jadian dengannya. (Yupz, untuk sekarang ini, status dia adalah pacar saya, n_n ) Tapi saya kemudian merasa bahwa itu bukanlah satu-satunya alas an.
Memang, setelah saya jadian dengan dia. Saya selalu merasa berbunga-bunga. Seakan-akan hidup sudah sempurna, dan merasa tidak memerlukan apa-apa lagi. Namun perlahan waktu saya sadar, bahwa itu hanyalah salah satu alas an mengapa hal ini bisa terjadi. Ada beberapa alas an lain lagi.
Entah mengapa, akhir-akhir ini saya merasa dia telah berubah menjadi wanita yang jauh lebih cantik lagi. Saya merasa kulitnya bertambah lembut tiap hari, wajahnya bertambah manis tiap jam, dan juga rambutnya semakin indah tiap detiknya. Setiap nafas yang diambilnya seakan selalu menambah keagungan yang ada pada dirinya. Dan entah mengapa, saya merasa tidak bisa menghentikan hal itu sekarang ini.
Dan juga, entah mengapa akhir-akhir ini saya melihat beberapa wanita yang dulu saya lihat sangat cantik tiba-tiba menjadi biasa. Bahkan jika itu adalah artis! Jika ada yang bertanya mengapa itu bisa terjadi, well, saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
Sebenarnya, saya masih tidak ingin begitu berharap terlalu tinggi untuk hubungan ini. Bagaimanapun juga, kami baru kenal 5 bulan dan baru jadian hampir satu bulan! Sungguh usia yang masih sangat belia untuk suatu hubungan. Namun, entah mengapa saya terus mengharap, bahwa ini akan berlanjut ke level yang lebih tinggi. Walaupun untuk sekarang-sekarang ini, saya rasa itu tidak mungkin. Saya tahu, bahwa dia pasti ingin menikmati dulu semua ini. Begitu pun saya. Tapi perasaan takut untuk kehilangan ini, sungguh menyiksa. Andai saja saya dapat segera menemukan obat untuk menyembuhkannya. Tapi saya tidka akan merengek-rengek dan menangis agar dia dapat selalu berada di pelukan saya. Saya akan membiarkan semuanya berjalan apa adanya. Walaupun saya tidak pernah tahu sampai kapan saya akan sanggup untuk menahan perasaan ini.
Jujur, bukanlah tipikal saya untuk menuliskan yang beginian ini. Say atidak terbiasa dalam meronce setiap kata-kata yang indah menjadi sebuah kalimat yang menyentuh bagi setiap pembacanya. Saya juga bukanlah orang super romantic yang dapat menunjukan rasa cintanya dengan semudah itu. Tapi sekali lagi saya mengatakan, entah mengapa sekarang ini, saya merasa bahwa saya memang harus menuliskannya. Mungkin untuk sekedar menenangkan hati. Mungkin juga untuk menumpahkan segala emosi dan adrenalin saya yang saya rasa saat ini sedang menguasai lebih dari separuh jiwa saya.
Well, ini hanyalah sebuah coretan yang terjadi begitu saja bagi saya. Tanpa pengumpulan fakta, opini, dan berbagai sumber lain. Yang ada di sini hanyalah….
Apa yang saya rasakan🙂.

3 Komentar

Filed under Gag jelas

3 responses to “Aku selalu cinta kamu, semoga kamu juga mencintaiku, dan Allah meridhoi kita…

  1. emang sing mbok cintai i sopo to jal?
    ga pernah curhat ke aku…

  2. Ian Bood

    d facebooku ada kug ci, km gag perhatian siy, hhe…..

  3. ngaku_nama_ian_dan_mau_pinjem_kaset_mp3

    ceile…mesra amat sii

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s