The Journal Of Dikorg Sedasa Family

Pagi itu, hari Sabtu yang cerah pada tanggal 14 November 2009, berkumpulah sekelompok anak dengan baju yang sama-biru cerah- di Koperasi KOPMA UGM. Sekitar 8 anak yang berkumpul saat itu terlihat besemangat. Apalagi setelah beberapa anak lain datang dengan pakaian yang bebas, dan juga dengan semangat yang sama, mungkin lebih. Ternyata, yang berbaju biru muda merupakan Panitia dari acara DIKORG SEDASA FAMILY, sedang yang berpakaian bebas adalah pesertanya. Namun, walaupun berpakaian bebas, para peserta tetap memiliki identitas yang jelas, yaitu co card. Yang tentunya juga berbentuk beraneka macam, dan kreatif.

Dikorg sedasa family sendiri merupakan sebuah acara pendidikan dari Koperasi KOPMA UGM terhadap anggotanya dalam rangka membantu anggotanya lebih mengerti tentang apa itu organisasi dan pengelolaannya. Dan yang lebih penting, DIKORG sendiri tidak hanya berkutat pada ruang kelas dan buku tulis. Namun juga ada banyak simulasi untuk membantu peserta sendiri. Terutama pada hari kedua, dimana diadakan outbound untuk membantu para peserta semakin mengerti apa itu kepemimpinan, konflik, komunikasi, ataupun organisasi. Yang jelas, DIKORG itu sangat menantang, terutama DIKORG SEDASA FAMILY.

Dan akhirnya, setelah semua datang, maka panitia dan peserta pun berdoa bersama menurut keyakinan masing-masing. Dan perjalanan pun dimulai, dengan menggunakan motor masing-masing, semua personil serentak berangkat bersama ke Youth Center. Dan alhamdulillah, semua lancar sampai tujuan tanpa ada aral rintangan apapun. Dan semua bergegas menuju ke ruang tidur yang sudah disediakan panitia, walaupun harus banyak bernegosiasi dengan pengurus YC karena ternyata banyak bertabrakan dengan jadwal acara lain, seperti dari Fakultas Kehutanan 2006 seindonesia, NTT, dan juga dari BATAN. Membuat pencarian kamar agak susah. Untunglah jumlah peserta saat itu hanya 13, sehingga tidak memerlukan kamar yang terlalu banyak.

Oh iya, tadi belum sempat di bahas tentang jumlah pesertanya. Jadi, dari target 50 orang peserta, pada akhirnya hanya 13 orang yang berkenan mengikuti DIKORG. Mereka adalah Anki Tias Yolanda, Amanda, Bunga, Mutia, Dian Nurmalita, Yani, Deny, Rizky online, Ubay, Yanuar, Rofiq, Windu, dan yang terakhir, Farikh. Hal itu bisa disebabkan karena kurang optimalnya kerja dari sie PDD, atau karena waktunya yang banyak bertabrakan dengan acara lain, ataupun karena tempatnya berada di Youth Center, yang sudah sering diapakai, sehingga banyak yang merasa kecewa dengan pemilihan tenpat itu. Tapi apapun alasannya, yang jelas DIKORG SEDASA FAMILY tetap berjalan dan pesertanya pun mampu membuat suasana yang berpotensi sepi menjadi penuh semangat!

Kembali ke jalannya acara, setelah semua selesai berkemas di kamar masing-masing, akhirnya para peserta serentak digiring menuju ruang kelas. Untuk mendapatkan materi pertama yang mengasikkan dari Mbak Inta tentang Manajemen Konflik.

Panitia pun otomatis langsung mencoba stand by di posisi masing-masing. Seksi Acara menjadi time keeper dan mengatur alur acara. Seksi Perkap dan Konsumsi saling membantu untuk mendatangkan makanan, baik itu snack maupun makan besar, dan juga minum. Seksi PDD hanya mengambil beberapa gambar dari acara itu dan tidak banyak bekerja terlalu keras. Adminkeu masih berkutat dengan hitungan uang dan perencanaannya. Dan ketua berusaha mengkoordinir para panitia untuk tetap fokus pada tugas masing-masing.
Masalah sempat datang ketika materi yang dibawakan oleh Mbak Inta ternyata selesai lebih cepat satu jam dari jadwal. Namun, kesigapan dari Mbak Inta dan Seksi Acara, (Mbak Lisna dan Munadiyan) akhirnya berhasil mengatasi kekurangan tersebut. Adapun cara yang ditempuh adalah dengan menggunakan sebuah game yang imajinatif dan edukastif untuk kemudian selain menambal waktu juga memberi ruang gerak yang tinggi bagi para peserta untuk berkreasi sesuai imajinasi mereka.

Akhirnya materi Mbak inta pun selesai dan sepertinya peserta mendapat pencerahan tentang konflik setelah mendengar materi itu. Seksi acara menyerahkan kenang-kenangan dan photo session pun dimulai.
Setelah itu, muncul juga sedikit masalah di bidang konsumsi. Dimana ada sedikit keterlambatan pada makanan, dan setelah itu minuman pun juga mengalami keterlambatan. Namun akhirnya kesigapan dari sie konsumsi berhasil mengatasinya. Dibantu juga oleh seksi perkap tentunya. Dan para peserta dan panitia pun dapat menimati makanan dengan nikmat setelah melaksanakan sholat Dhuhur bagi yang beragama islam.
Setelah selesai makan siang, maka Mas Sandi selaku pengisi materi kedua tentang Komunikasi pun datang dan siap mengisi acara. Dan begitulah, materi kedua dimulai. Dan sama seperti materi pertama, pemateri mampu membuat para peserta untuk ikut aktif dalam kelas dan tetap bersemangat. Dan tentunya itu membuat para peserta tidak ada yang mengantuk seperti waktu kuliah. ^^
Setelah mendapat pengertian tentang komunikasi, para peserta pun kemudian diberi kesempatan bersimulasi tentang pentingnya komunikasi di dalam suatu organisasi. Dan seperti dugaan, simulasi berjalan menarik dan menyenangkan. Semua tertawa dan bahagia. Termasuk para panitia.
Dan akhirnya, keceriaan yang dibawa oleh Mas Sandi pun selesai. Ketua panitia memberikan kenang-kenangan dan photo session dimulai. Dan materi kedua pun selesai tepat waktu.
Setelah diselingi sholat ‘ashar, akhirnya materi ke 3 dimulai. Namun, karena ada sedikit urusan, maka Mas bayu yang menjadi pemateri yang ketiga terpaksa datang agak terlambat. Dan untuk mengisi kekosongan waktu, akhirnya panitia pun memajukan waktu games. Dan games bersama panitia ini pun berlangsung menarik. Mbak Lisna dan Ian dapat “mengerjai” teman-teman peserta yang belum mengetahui trik dalam black magic. Hingga akhirnya Mbak Rizka sang mentor dari PSDM “membocorkan” rahasianya. T.T
Setelah selesai bermain, akhirnya Mas Bayu pun siap memberikan materi untuk teman-teman peserta mengenai manajemen organisasi. Dan seperti sebelum-sebelumnya, materi berjalan menarik dan mengasikkan. Bahkan, gara-gara keasikan, acara pun yang sejatinya selesai jam setengah 6 jadi molor sampai jam setengah tujuh. Tapi tak masalah, karena ilmu yang didapat pun jadi lebih banyak, iya gak?
Dan seperti biasa, ketua panitia memberikan kenang-kenangan dan photo session dimulai. Hingga kemudian acara berlanjut sampai pada mandi dan sholat maghrib.
Lalu acara dilanjutkan pada materi keempat yang diisi oleh sang ketua umum Koperasi KOPMA UGM, mas Harisudewo Budiyuwono. Dan seperti biasa, acara berlangsung menarik dan asik. Suara lantang dari mas Dewo terus berkumandang semakin menekankan arti dari kepemimpinan, materi dari kelas saat itu. Peserta pun menjadi ikut terpancing dan tidak mau kalah untuk dapat berteriak sekeras-kerasnya di ruang kelas. Dan di saat itu, kita dapat melihat kegarangan dari anggota KOPMA yang begitu bersemangat untuk menjadi pemimpin. Dan mungkin hal itu tidak lama lagi akan terwujud.
Lalu acara pun selesai setelah para peserta diminta untuk membuat maket tentang KOPMA-dan hasilnya asli keren banget, aku salut sama kalian bro-dan seperti biasa, ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari panitia kepada pembicara. Dan untuk yang terakhir kali untuk materi, photo session dimulai.
Setelah materi selesai, langsung saja dilanjutkan oleh PSDM (Anda dan Mbak Rizka) dan para asbid-asbidnya untuk masuk ke sesi HTH (heart to heart). Yang dimana di dalam acara ini diharapkan para peserta dapat saling sharing tentang pengalaman mereka di KOPMA dan saling berbagi. Walaupun sempat terganggu oleh salah satu oknum panitia yang secara tidak sengaja tertidur dan mengorok, namun acara tetap berlangsung khidmat dan dalam. Hal itu terbukti dari adanya salah seorang yang sampai menitikkan air matanya saat bercerita. Dan akhirnya acara selesai dan para peserta pun dipersilahkan untuk tidur. Dan akhirnya begitulah, kegiatan peserta pada hari Sabtu berakhir di situ. Namun hal itu tidak berlaku untuk panitia.
Setelah HTH selesai, panitia langsung membersihkan ruang kelas dan membawa barang-barang yang dibutuhkan untuk acara besok ke bangunan hostel. Dan setelah itu mereka pun langsung melakukan evaluasi terhadap kinerja mereka masing-masing. Lalu, bagi sebagian panitia, masih ada satu acara lagi, yaitu bermain UNO. Namun ada juga yang langsung tidur untuk menghemat tenaga untuk besok paginya.
Dan itulah cerita dikorg untuk hari pertama, bagaimana dengan hari kedua?? Tetep baca artikel ini yak… n_n
Di hari kedua, suasana sempat menjadi sulit ketika hujan turun di pagi ahri dan tak kunjung berhenti. Bahkan dengan hujan seindah itu, suara gemericik airnya justru menusuk hati tiap-tiap panitia. Dan semua pun mulai mencoba mencari plan B. Namun untunglah hujan reda tepat pada waktunya. Sehingga setelah makan (yang diambil dengan susah payah oleh seksi konsumsi dengan menembus hujan yang dingin dan mencekam, ^^) para peserta kemudian diperkenankan bersiap-siap untuk outbond. Namun sebelumnya diadakan post test dan juga polling. Salah satu hasil dari polling tersebut ada yang menyebutkan panitia yang tertiup angin, ataupun terancam punah! Dasar peserta nakal, hahaha!!
Akhirnya, acara OUTBOUND pun dimulai. Dengan acara sepenuhnya diserahkan kepada TC. Praktis, hanya seksi PDD saja yang ikut masuk ke lapangan untuk mendokumentasikan acara. Sedang seksi yang lainnya lebih banyak berkutat pada tugas masing-masing di dalam hostel.
Dan seperti dugaan banyak pihak, acara outbound berlangsung seru dan menarik. TC dengan luar biasa memberikan banyak keceriaan kepada para peserta. Dengan berbagai edukatif game macam X-zone, Sedotan nikmat, kelereng, dan juga berbagai macam rintangan di game keempat. Dan game terakhir, adalah sebuah game dengan setting pengungsi yang membuat kita merasakan sebuah kenikmatan terhadap apa yang kita miliki saat ini.
Setelah acara outbound selesai, kemudian dilanjutkan dengan makan-makan dan pemutaran film hasil dokumentasi. Dan dilanjutkan lagi dengan berbagai penghargaan tentang peserta terbaik. Adapun untuk peserta cowok terbaik adalah Yanuar, dan untuk yang cewek adalah Amanda.
Kemudian juga ada 7 panitia yang kemudian akan melanjutkan estafet kepanitiaan dikorg pada edisi mendatang. Mereka adalah Yanuar, Amanda, Tia, Windu, Rofiq, Rizky, dan satunya maaf sekali, saya lupa,😦.
Itulah sekilas acara tentang dikorg sedasa family. Semangat dalam satu keluarga. Terima kasih untuk semua panitia, Eko sebagai ketua, Ayu sebagai adminkeu, Mbak Lisna dan Mumun sebagai seksi acara, Aya dan Imam sebagai seksi konsumsi, Tio dan Awla sebagai seksi perkap, Mbak Isna sebagai seksi PDD bersama saya, dan mau bersabar menghadapi saya yang males-malesan dan manja. Juga kepada segenap kru PSDM. Dari Kabid (mas Sandi), staff (mbak Rizka, mbak Dita, dan Anda selaku SC juga), juga asbidnya (Rahmanu dan Noorman). Juga kepada para kakak-kakak dari TC (Faris, Tiyo, mas Ginanjar, mbak Gati, dan kakak-kakak lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu). Saya beruntung bisa mengenal kalian dan bekerja bersama kalian. Dan untuk yang terakhir kalinya, akan saya teriakkan, SEDASA FAMILY????
SAATNYA BERAKSI!!!!!!!!!!!!!!!!
Ditulis dengan perasaan senang dan bersemangat oleh ian bood di ruang kamarnya pada tanggal 17 november 2009

Tinggalkan komentar

Filed under KOPMA

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s