Survey’s Diary Part Two : Mr. Consistent

Setelah satu hari yang lalu menyelesaikan misi di Brebah dan juga Gamping, kini tibalah aku pada hari kedua. Dengan misi baru yaitu Minggir, sebuah kecamatan yang lagi-lagi ternyata sangat pelosok. Karena bertempat dekat dengan Magelang, SHIT! Tapi aku sadar, mengeluh tidak akan memberikan apa-apa saat ini. Jauh lebih penting bagiku untuk segera berbuat sesuatu. Berdasarkan hal itulah, maka pada hari ini, kamis 29 oktober 2009, aku berangkat bersama teman-temanku.

Formasi kami masih tidak jauh berbeda, ada aku, IKhsan, Mahfita, Radit, dan Wiznu. Hanya saja, untuk saat ini wajah ganteng Dani digantikan oleh pesona dari Ariyatno. Salah satu mahasiswa terpintar di ilmu komunikasi UGM 08. Dan akhirnya perjalanan pun dimulai. 6 orang berangkat dengan 4 motor.

Dan seperti biasa, perjalanan panjang nan berliku di pinggir sawah harus kami lalui. Dengan kecepatan tinggi, kami akhirnya dapat sampai di tujuan dengan waktu setengah jam. Tanpa ba-bi-bu lagi, kami langsung menyusun strategi. Dan akhirnya, kenyataan menunjukan aku harus berjuang sendirian di desa Sendangrejo. Karena Fita yang seharusnya menjadi partnerku, memilih untuk jalan kaki sendiri. Well, what can i do? Aku nurut saja. Dan kini, tiba saatnya bagiku untuk berjuang sendiri, everyone for himself. Adapun kuesioner yang menjadi tanggung jawabku ada 6. Dan setiap kuesioner mempunyai cerita sendiri.

1. Kuesioner Pertama
Setelah semua berpencar, aku juga langsung bergegas. Dan berjarak kurang dari 50 m aku sudah mendapat seorang lelaki separuh baya yang sedang menjaga sebuah counter pulsa. Kudatangi beliau, dan beliau langsung mau.

Dengan memakai kaca mata plusnya, tangan beliau dengan cekatan melingkari jawaban-jawaban yang dikehendakinya. Bisa dibilang, sampai sini semua lancar.

2. Kuesioner Kedua
Begitu orang yang pertama tadi selesai, aku langsung tancap gas dan mencari orang kedua. Dan akhirnya kudapati seorang bapak-bapak buruh bangunan yang sedang hang out menunggu order (mungkin). Kudatangi dia, dan dengan sedikit bujukan dan rayuan manis, akhirnya beliau mau. Yang menarik di sini adalah, di tengah-tengah beliau mengisi angket itu, datanglah beberapa temannya. Mereka lantas ikut nimbrung untuk mnejawab kuesioner itu dan suasana menjadi ramai. Sungguh seru melihat mereka berdebat tentang jawaban di kuesioner itu. Akan tetapi akibatnya, setelah si bapak selesai menjawab, tiba-tiba kebanyakan temannya dengan perkataan yang menohok dan menusuk, tanpa adanya tedeng aling-aling apapun langsung menyerangku dengan kata-kata mana amplopnya, dan sebagainya. Huft, memangnya wajahku keliatan kayag Helmy Yahya dengan uang kagetnya ya? Akupun buru-buru meninggalkan mereka. Setelah mengambil kuesioner dan mengucapkan terima kasih.

3. Kuesioner Ketiga
Selepas keluar dari tempat kedua, aku langsung mendatangi sebuah kios yang mempunyai lay out mirip mini market. Sungguh ide yang brilian menurut saya untuk ukuran orang yan gtinggal di desa itu. Dan di sana, duduklah seorang lelaki yang mungkin usianya 30an. Dengan bahasa Indonesia yang fasih, dia lansung meng iyakan permintaanku dan segera mengisinya. Cukup cepat. Walaupun sempat diselingi melayani pembeli, namun beliau cukup cepat dalam menyelesaikannya. Saya rasa, ini adalah kuesioner yang paling lancar hari ini.

4. Kuesioner Keempat
Ternyata, ada mudah ada pula susah. Setelah sebelumnya dapat selesai dengan cepat, maka kini aku agak kesulitan mencari responden. Hingga akhirnyasetelah masuk kedalam kampung kudapati dua orang laki-laki yang sedang nongkrong di depan rumahnya. Aku bergegas menuju ke tempat mereka. Namun sesampainya di sana, aku tertipu karena mereka ternyata mengalami kecacatan mental. Namun di samping rumahnya ada seorang ibu yang duduk di teras. Kuhampiri dia dan sedikit kupaksa untuk mengisi kuesioner. Dan akhirnya beliaupun mau. Namun ada sedikit masalah-atau mungkin masalah yang besar-karena ternyata ibu itu minus 30 pada matanya dan tidak memiliki kaca mata!

Aku sedikit bingung dan tak percaya. Untunglah setelah itu datang seorang anak membawa motor Yamaha yang kemudian dipanggil oleh ibu itu. Untuk kemudian dimintai tolong untuk melanjutkannya mengisi kuesioner itu. Dugaanku, karena anak itu juga mahasiswa di JOgja, maka dia mau menghargaiku dan membantu mengisi.

Melihat sosok anak itu memang khas mahasiswa pedesaan, ulet dan terlihat pintar, benar-benar menjadi agent of change di desanya. Kebalikannya dari mahasiswa perkotaan yang kebanyakan malah menjadi the victim of change.-walaupun kita tidak bisa lantas mengeneralisir seperti itu juga, banyak yang terjadi justru keblaikannya- Dan berkat anak itu, kuesioner dapat terisi dengan baik.

5. Kuesioner Kelima
Perjalanan kulanjutkan untuk mencari orang lagi. Dan kudapati ada bapak penjaga warung yang sedang membersihkan roti dagangannya yang dikerubuti oleh semut. Kudatangi dia, dan dia pun juga langsung mau. Walaupun sempat terganggu oleh adanya sales dari blue band yan glagi promo. Akhirnya beliau selesai juga mengisi kuesioner.

6. Kuesioner Keenam
Lagi-lagi kudapatkan bapak-bapak muda untuk mengisi kuesioner ini. Beliau mengisi dengan semangat dan hati-hati. Cukup menyenangkan juga mendapati koresponden yang seperti ini. Walaupun aku beberapa kali dipanggil oleh teman-temanku untuk segera kembali, aku cukup menikmati pengisian yang terakhir ini. Adapun untuk teman-teman kujanjikan aku akan segera datang lima menit lagi.

Dan benar saja, tepat lima menit aku akhirnya sampai ke tempat teman-teman berkumpul. Dan seperti kemarin, aku lagi-lagi menjadi orang yang terakhir selesai. Bukti bahwa aku konsisten bukan? Aku janji akan datang lima menit, dan kutepati kata-kataku itu. Kemarin aku terakhir dan hari ini pun aku terakhir. Kesimpulannya, aku adalah Mr CONSISTENT! tapi kenapa cuma konsisten dalam hal yang tidak baik ya??

Di tulis ditengah insomnia oleh :
Ian Bood

Bagi yang ingin melihat situs tentang komunikasi saya rekomendasikan anda melihat di sini   «« monggo di klik

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak, pendidikan, tugas

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s