Program Televisi Dan Radio : Sudah Relevankah

Dewasa ini, ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap media massa – televisi, radio, internet, koran, dll, – makin meningkat. Untuk televisi dan radio khususnya, kemudahan akses yang kemudian masuk ke semua kalangan, dari anak kecil sampai orang tua, orang miskin sampai kaya, semua bisa menikmatinya. Nah, dari sana kemudian muncul satu pertanyaan besar, bagaimana isi dari kedua media tersebut? Apakah sudah bermutu ataukah masih pembodohan? Namun, jika melihat acara televisi dan radio secara keseluruhan, maka artikel ini tidak akan cukup untuk membahasnya. Jadi, mungkin lain waktu saja. Dan sekarang, kita persempit pandangan tentang acara di televisi dan radio dari perspektif saya. Yang semoga bias menjadi sedikit bahan pertimbangan dan referensi untuk pembaca sekalian.

Televisi, bisa dibilang saat ini adalah merupakan industri terbesar di Indonesia. Dengan perputaran uang yang begitu cepat dan besar, serta mudahnya akses untuk menikmatinya, televisi masih menjadi media massa nomor satu di Indonesia. Dan konten-konten yang ada di dalmnya, bagaimanapun juga, tetap memberi banyak pengaruh bagi masyarakat. Baik langsung ataupun tidak langsung. Termasuk dalam kasus ini adalah saya. Yang akhirnya bermuara pada dua kutub, acara yang paling disuka dan yang tidak disuka.

Lalu apa acara yang paling saya sukai? Sebenarnya jika melihat dari sisi pengaruh apa yang diberikan acara televisi itu terhadap masyarakat, nama-nama yang muncul adalah Oprah Winfrey’s Show, Kick Andy, ataupun Golden Ways. Karena acara itu memiliki karakter yang kuat. Memberi inspirasi dan pencerahan untuk masyarakat. Energi positif yang dibawa oleh acara itu, mengalir begitu kuat dan secara massive ke berbagai daerah di Indonesia. Dan itu luar biasa bagus. Namun, karena yang menjadi pertanyaan adalah acara yang paling saya suka, maka bukan itu jawabannya. Jawabannya adalah One Stop Football. Acara tentang informasi sepakbola yang ditayangkan oleh Trans 7 pada hari sabtu dan minggu pada pukul 14.00 WIB. Apa alasannya? Saya suka sepakbola, dan presenternya cantik. Bukan karena alasan berat dan argumentatif lainnya, tapi hanya itu. Tidak lebih. Tidak ada yang salah bukan? Karena suka adalah perasaan subyektif dan relatif.

Dan setelah acara yang saya sukai, kini saatnya acara yang tidak saya suka. Kali ini rasa ketidaksukaan saya timbul dari sifat subyektif dan pribadi saya, ditambah dengan melihat pengaruhnya kepada masyarakat plus dengan cara pengemasannya yang sangat mengganggu saya. Apakah acara itu? Acara itu adalah termehek-mehek. Acara yang awalnya diklaim sebagai reality show yang penuh dengan drama, air mata, pertikaian, dan konflik, yang ternyata itu semua hanya rekayasa dan sandiwara!! Sungguh memalukan, acting kacangan dari para pemeran dadakan, pengemasan dramatisasi yang lebay, dan host ganteng yang suka merebut pacar orang. UPS! Maaf, yang terakhir itu khilaf dan tak ada hubungannya, . Namun intinya adalah, itu acara tidak mendidik yang buruk. Itulah acara televisi menurut pandangan dan perspektif saya.

Lalu, bagaimana dengan radio? Walaupun tidak sedominan pada era abad 20an, tapi radio tetaplah merupakan media massa yang mempunyai pengaruh cukup kuat terhadap masyarakat. Dengan system pembatasan frekuensi yang hanya boleh mengudara di area local saja, stasiun radio menjadi sangat beragam. Dengan makin banyaknya stasiun radio, otomatis programnya pun juga menjadi beragam. Dan itu sangat menguntungkan masyarakat penikmat radio. Tapi, apakah semua program di radio baik dan menguntungkan masyarakat? Sama seperti televisi, pertanyaan ini akan saya jawab berdasarkan rasa suka dan tidak suka saya terhadap program di radio.

Pada dasarnya program yang saya suka di radio adalah sebuah program yan gmungkin sangat umum ada pada radio, khususnya radio yang memusatka pasarnya pada anak muda ( seperti saya, n_n ) . Acara itu adalah Zona persada di Swaragama, 101,7 fm ( Jogja ) dan Kongkow-kongkow di Solo Radio 92,9 fm ( Solo ) dan mungkin juga banyak acara sejenis di berbagai stasiun radio lain. Program itu intinya adalah program yang mengajak pendengar untuk ikut aktif dan menyampaikan salam ataupun merequest lagu Indonesia melalui SMS atau telepon. Menurut saya, salah satu factor dari banyak band baru di Indonesia dan makin kuatnya musik Indonesia adalah karena banyaknya acara sejenis ini. Yan gtentunya menguntungkan untuk masyarakat Indonesia.

Kemudian, program radio yang tidak saya sukai? Hmm, jujur itu adalah hal yang sulit dijawab karena semua program radio yang pernah saya dengar, saya suka semuanya. Saya menikmati semua acara radio yang saya dengar. Tapi jika harus memilih, maka program yang kurang mendapat simpati dari saya adalah program Jomblizz di Solo Radio. Program ini seperti biro jodoh di radio, puluhan orang mengumbar nomor handphone mereka, mendeklarasikan keinginan mereka untuk mencari pacar. Saya tidak begitu suka itu. Alasannya adalah karena program ini terlalu mengumbar privasi, saya tidak suka itu.

Demikianlah pandangan saya tentan gprogram dan acara yang ada di televisi dan radio saat ini. Dan tentu saja, kita tidak dapat menghitamputihkan permasalahan ini. Kita harus melihat dari berbagai sudut pandang untuk menyikapinya. Dan pembaca dapat menggunakan artikel ini sebagai salah satu point of view yang nantinya barangkali akan menjadi pegangan pembaca dalaenyikapi kemajemukan dan ketidakpastian industri televisi dan radio yang ada di Indonesia.

7 Komentar

Filed under pendidikan, tugas

7 responses to “Program Televisi Dan Radio : Sudah Relevankah

  1. lama aku tak berkunjung kesini…
    pa kabar sobat??

    wah tulisanmu wis koyo wartawan profesional…
    lanjutkan!!

  2. meh dadi pengamat po piye?

  3. Ian Bood

    ini tugas kok pin, kalo isa ak gag cman jdi pengamat pin, tpi jg pelaku, hhe….

  4. uzi

    kugh koment g di tampilin?

  5. Ian Bood

    komen yg mana zi??

  6. uzi

    mz, bikin artikel bwt cicak n buaya dumz,,,,
    ntar biar tagh nampangin di fakultasQ…
    ukay…

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s