Facebook dan hukumnya di dalam islam

Ian Kool
Ian Kool
Create Your BadgeHmmm, mungkin tulisan ini udah agag basi di kalangan masyarakat umum. Bagaimanapun juga, sudah disepakati bahwa facebook itu halal dan yang menyebabkan haram adalah penggunanya. Tergantung bagaimana caranya dalam memanfaatkan facebook sebagai suatu sarana. Apakah untuk berdakwah, atau untuk bermain-main gag jelas, atau malah untuk bercinta?? hoho, kalau yang itu nanti bisa makin panjang ceritanya. Tapi yang jelas, tentu ada beberapa alasan mengapa facebook bisa dibilang halal dan juga bisa dibilang haram. Nah, artikel saya yang berikut ini akan mencoba untuk mengulasnya dan memberikan jawaban kepada anda sekalian. Tenang saja, semuanya gratis kok!! Tapi kalau ada yang mau bayar ya silahkan saja, hehe…

Oke, yang pertama adalah mengapa facebook itu halal? Apa sih dasar hukum islam yang kemudian membuat para ulama mengatakan bahwa facebook itu halal?? Emang di Al-qur’an ada ya kata-kata yang mengatakan bahwa facebook itu halal?? Emang bahasa arabnya facebook itu apa?? Alkitaburro’su?? Ah, yang itu ngaco, diinget syukur, dilupakan juga alhamdulillah. Jadi, apa dasarnya facebook itu halal?? Hmm, ada beberapa lapisan/tingkatan untuk menjawab pertanyaan tingkat tinggi ini. Cie, pertanyaan tingkat tinggi, padahal anak SMP ajaw bisa jawab yang beginian!! Jadi, apa saja tingkatannya itu?? Well, keep reading this article guys!!

Tingkatan yang pertama, yaitu berdasar pada kaidah “AL-Aslu fil As’sya’ Mubahah”, di mana didalamnya terdapat ketentuan bahwa segala yang ada di muka bumi ini awalnya adalah halal. Seperti tertera dalam surat Al-Baqarah ayat 29. Dan hanya akan berubah menjadi haram jika ada ayat al-qur’an ataupun sunnah nabi Muhammad SAW yang mengharamkan sesuatu itu. Baik secara gamblang, maupun sebagian saja. Dan dalam berdasarkan kaidah ini, Facebook termasuk halal. Wow, mudah sekali bukan??

Lalu, tingkatan yang kedua bisa dibilang lebih sempit cakupannya. Yaitu posisi facebook yang berada di bidang mu’amalat. Di mana di bidang mu’amalat, segala sesuatu yang tidak tertulis di Al-Qur’an bisa dibilang halal. Hingga kemudian datang perintah untuk mengharamkannya. Dan itu tentu saja hanya berasal dari Al-Qur’an, Al-Hadits, dan Ijma’ ulama. Dan berbeda dari ibadah yang jika tidak ada perintahnya berarti haram dan juga bid’ah. Dan dari sini lagi, Facebook jelas halal bukan??

Nah, sedang tingkatan yang ketiga dan yang terakhir, facebook itu sebagai sarana atau wasilah, yang bisa dibilang halal juga. Karena setiap sarana yang digunakan untuk kebaikan, adalah halal. Yupz, semudah itu facebook bisa dibilang halal.

Jadi, facebook itu 100 persen halal donk?? Hmm, sebenarnya tidak juga. Mengapa demikian?? Karena apapun itu, jika kemudian digunakan untuk maksiat, maka akan menjadi haram. Sebenarnya bisa dibilang bahwa bukan facebooknya yang haram, tapi orang yang menggunakannya yang dosa. Nah, kalau dosa berawal dari haram juga kan?? Begitulah kiranya.

Well, sekarang pilihan kita sendiri. MAu menjadikan facebook ajang cari jodoh, cari musuh, cari atasan, menantu, mertua, atau ajang cari orang tua, atau mau menjadikannya sebagai sarana dakwah?? Yah, itu pilihan kita masing-masing…

Sumber : Majalah Masjiduna edisi 3 vol.2 terbitan Jumaditsani-Rojab 1430 // Juni-juli 2009.

1 Komentar

Filed under Freedom to speak

One response to “Facebook dan hukumnya di dalam islam

  1. Ping-balik: Sepakbola dan Agama | ian bood

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s