Misteri G30S dan Supersemar

g30spkiTentunya kita semua tahu, gerakan G30S adalah sebuah gerakan yang menimbulkan tragedy berdarah yang diawali dengan terbunuhnya 7 orang jenderal yang dibantai di lubang buaya. Ketujuh jenderal itu adalah Mayjen Suprapto, Mayjen S. Parman, Mayjen Harjono MT, Brigjen Soetojo Siswomihardjo, Brigjen Pandjaitan, Jend Nasution (yang selamat karena keliru dengan Let.Tendean), dan Letjen Ahmad Yani Men.Pangad. Tapi kemudian akan muncul suatu pertanyaan, apakah hubungan yang terjadi antara 7 jenderal tersebut? Mengapa harus mereka dan bukan yang lain? Well, ada sebuah garis yang bisa menyatukan mereka. Mereka berenam, kecuali Letjen A.Yani Men.Pangad, adalah anggota yang bertugas menjadi tim pengusut MBAD, yang ditugasi mengusut suatu kriminalitas terorganisasi. Lalu, apakah kejahatan organisasi yang diusut oleh tim itu? Kejahatan terorganisasi itu terjadi pada penggal kedua tahun 50-an, di Jawa Tengah dan berpusat di Semarang. Ada sebuah penyelundupan dan penggelapan barang milik Negara secara massive, yang dilakukan oleh divisi Diponegoro ( divisi angkatan darat dalam pemerintahan ). Dan saat itu, panglima dari divisi itu adalah Kolonel Soeharto ( yang kemudian kita kenal sebagai presiden Soeharto). Dan setelah diusut oleh tim MBAD, akhirnya ditemukan bukti-bukti yang menunjukan bahwa Kolonel Soeharto memang bersalah. Dan akhirnya dihukum dengan dihentikan atau dicopot jabatannya sebagai panglima divisi diponegoro dan tidak dipidanakan di pengadilan. Lalu, kemudian dibentuklah dewan revolusi yang diketuai oleh Letkol Untung, dan dianggotai oleh baik sipil dan militer. Yang kemudian berujung pada G30S. Yang sebetulnya waktu itu hanya ada satu pendukung yang spontan mendukung dewan revolusi yaitu Utomo Ramelan, walikota Solo. Empat tokoh yang berpengaruh dalam G 30 S adalah yang pertama Letkol Untung, dan ternyata beliau mempunyai hubungan yang erat dengan Kolonel Soeharto. Letkol Untung adalah mantan anak buah sebagai komandan kompinya di Solo. Beliau dikawinkan oleh Soeharto dan merasa berhutang budi kepadanya. Tokoh yang kedua adalah Kol. Latief. Beliau juga mempunyai hubungan yang erat dengan Soeharto. Beliau adalah mantan anak buahnya di Yogya. Dan pada tanggal 30 September 1965 pukul 23.00, beliau menemui Soeharto di RS Gatot Subroto, setelah gagal menemuinya di rumah. Soeharto beralasan pertemuannya dengan Latief pada malam itu dikarenakan Latief juga ingin membunuh dirinya. Namun pada kenyataanyna Latief dating kesana bersama istrinya, jadi benarkah alasan Soeharto itu?? Well, saya tidak bisa menjawabnya. Lalu tokoh yang ketiga adalah Brigjen Soepardjo. Yang merupakan mantan ajudan jenderal Roekman ( komunis). Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa dia sehaluan dan sepemikiran dengan Soeharto. Dan tokoh yang terakhir adalah Sam Kamaruzzaman. Seorang kader dari partai sosialis sewaktu PKI Murba dan PSI masih berada dalam satu wadah partai tersebut. Dan Soeharto juga adalah kader dari partai itu juga. Dan setelah itu maka terjadilah drama berdarah pada tanggal 1 Oktober 1965 yang menewaskan para Jenderal pengusut MBAD. Lalu pada tanggal 11 Maret 1966, Presiden Soekarno yang saat itu seedang memimpin sidang kabinet, mendapati kabar bahwa istana kemerdekaan sedang dikepung oleh beberapa pasukan gelap. Sehingga beliau kemudian terbang ke Bogor. Begitu mendengar kabar tersebut, Soeharto langsung mengirim pesan kepada Soekarno untuk memberikan mandat kepada Soeharto apabila ingin dijamin keselamtan pribadinya. Soekarno yang tidak mempunyai pilihan kemudian memberi mandat itu. Sehingga pada saat itu munculah SUrat PERintah SEbelas MARet yang sangat terkenal namun di lain pihak juga menjadi misteri tersendiri bagi bangsa Indonesia. Banyak pihak yang mengatakan, bahwa SUPERSEMAR itu adalah sebuah pemindahan kekuasaan, bukan mandat. Yang isinya dan data otentiknya sampai saat ini masih menjadi perdebatan dan misteri dalam negara kita yang tercinta ini. Namun, jika ditilik dalam kronologis yang saya ceritakan di atas tadi, apakah kemudian muncul kemungkinan bahwa G 30 S / PKI adalah suatu grand design yang diciptakan oleh Soeharto?? Jawabannya adalah belum tentu. Masih ada banyak kejanggalan yan gbelum terjawab dari kronologis versi saya ini. Kronologis ini sendiri juga hanya berasal dari satu sumber saja, yaitu buku karya Ana Nadya Abrar ( 53-58 : 2003 ), yang didalamnya terdapat suatu contoh jurnalisme online yang menurut saya cukup menarik untuk dibahas. Jadi begitulah, apakah anda kemudian memilih untuk menjadikan Soeharto sebagai pahlawan G 30 S atau malah menjadikannya penjahat, itu pilihan anda. Bukan hak saya untuk menjadi judgedi sini. Yang jelas ini masih menjadi misteri bagi Indonesia.

8 Komentar

Filed under Freedom to speak

8 responses to “Misteri G30S dan Supersemar

  1. imi surya putera

    Sejarah di negeri ini banyak yang dibelokkan untuk kepentingan rezim tertentu. Yang mestinya pahlawan dicap penjahat, begitupun sebaliknya. 3 orang Jenderal pembawa Supersemar sayangnya tak mau memberikan kesaksian yang sebenarnya apa yang terjadi dibalik surat sakti itu. Anak bangsa ini akhirnya menerima sejarah secara parsial dan menyesatkan. Perlu dibentuk suatu komisi independen untuk menelusuri berbagai sejarah bangsa agar semua perjalanan negeri menjadi jelas.

    Salam dari tenggara kalimantan, jika punya waktu silakan berkunjung ke http://www.imisuryaputera.co.nr

  2. Nadia

    WOW, keren banget tuh!!!

    Sukses selalu ea mas!!!

  3. Marten Nizar

    Memang sejarah tanpa bukti pendukung yang kuat hanya akan menjadi sebuah cerita historical belaka, hampir sama dengan penulisan cerita rakyat yang hanya didukung oleh nama tempat dan waktu namun belum dapat dibuktikan secara nyata eksistensinya.

    Hal seperti tersebut yang Anda sampaikan, bukan merupakan suatu history melainkan “his story” (Jargon yang saya kutip dalam buku “G 30 S/PKI, Antara Fakta dan Rekayasa…”)

  4. NASKAH ASLI SUPERSEMAR DITEMUKAN ?

    Oleh Dasman Djamaluddin

    “Presiden Punya Informasi tentang Naskah Asli Supersemar,’ itulah salah satu lead berita yang saya baca.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono katanya memiliki informasi tentang keberadaan naskah asli Surat perintah 11 Maret yang ditandatangani Presiden Soekarno pada 11 Maret 1966. Bahkan Presiden sudah meminta Arsip Nasional menindaklanjuti benar atau tidaknya informasi tersebut.

    Sejauh ini generasi muda bangsa masih mendambakan ditemukannya surat asli tersebut.Sejak 11 Maret 1966, naskah asli Supersemar hilang. Di tengah-tengah masyarakat sudah beredar berbagai versi Supersemar. Sudah tentu yang beredar itu naskah palsu, karena yang asli belum ditemukan. Membingungkan, karena naskah aslinya tidak juga ditemukan. Untunglah pencarian naskah asli Supersemar tetap dilaksanakan. Buktinya Presiden RI sekarang punya informasi tentang itu.

    Diakui bahwa sudah muncul rasa “bosan”, jika seseorang mendengar naskah asli Supersemar. Apa betul naskahnya bisa diperoleh ? Sebagai contoh, kebosanan itu telah merasuki pola berpikir para intelektual kita dalam Seminar Nasional dan Diskusi Interaktif “Implikasi Wafatnya Soeharto terhadap Kebenaran Sejarah Supersemar,” pada Selasa, 25 Maret 2008 di Fakultas Hukum Universitas YARSI, Jakarta.

    Selain saya sebagai pembicara (Penulis Buku:”Jenderal TNI Anumerta Basoeki Rachmat dan Supersemar”/Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Sejarah Supersemar/LPSS), hadir pula Dr.Anhar Gonggong (Sejarawan), Atmadji Sumarkidjo (Penulis buku:”Jenderal M.Jusuf Panglima para Prajurit”) dan Abdul Kadir Besar (Sekretaris Umum MPRS 1966). Terlihat sangat jelas ada ‘kebosanan’ berbicara tentang naskah asli Supersemar. Bahkan Anhar Gonggong dan Atmadji Sumarkidjo mengatakan, naskah asli adalah bagian masa lalu, oleh karena itu naskah asli Supersemar tidak perlu dicari). Tetapi saya di dalam makalah :”Supersemar, Sumber Sejarah yang Hilang,” tetap bertahan bahwa naskah asli Supersemar harus ditemukan, demi generasi pewaris bangsa ini ( makalah lengkap ada di http://dasmandj.blogspot.com).

  5. mas giman cara downloadnya film Misteri G30S dan Supersemar.

    kasih tau di facebook ku:luthfi_outside@yahoo.com

  6. ADI

    makkkasssssssssssssih………………

  7. WINDI

    tq y kk..
    Bs sedikid membantu buat ulangan blok saia besok..
    haha…

  8. ANTI USA ASU

    kalau para jendral gk dibunuh, suharto gk akan naik pangkat. kalau pki gk ditumpas, suharto gk akan bsa jadi presiden. krn para jendral dan pki adalah penghalang soeharto.

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s