Insomnia ini…

insomniaHoah, kok aku gag bisa tidur lagi yaw? Huft, dah dua malam ini nich aku ngerasa gag nyaman di atas kasurku. Padahal, secara fisik kasurku sudah kubersihkan. Jadi, seharusnya kasurku itu sudah sangat nyaman. Jadi, kenapa aku merasa tidak nyaman untuk tidur?

Hmm, jika aku melihat permasalahan dalam hidupku, aku semakin tidak mengerti alasan mengapa aku merasa susah untuk tidur. Pasalnya, aku yakin sekali bahwa aku sedang tidak mengalami beban pikiran yang overload. Aku merasa enjoy dengan kehidupanku saat ini. Kuliah yang makin membaik, hubungan dengan teman-teman yang baik-baik saja, keuangan yang normal, dan lagi, aku sangat yakin bahwa saat ini aku tidak mengalami apa yang disebut jatuh cinta. Saat ini, tidak ada satupun gadis yang menurutku sangat spesial. Jika dibandingkan saat masa SMA, di mana aku sempat bener-bener ngebet ma cewek yang namanya… eh, gag jadi tak sebutin ding, kasian ma orangnya, hahaha. Saat ini aku ngerasa hatiku datar-datar aja. Begitu juga hidupku.

Tapi tunggu dulu, dengan semua kenormalan ini, lalu terjadi hal yang tidak normal seperti ini bukankah aneh? Hmm, aku jadi mulai berpikir nih. Apa jangan-jangan hatiku sebenarnya tidak nyaman dengan kenormalan dan kemapanan? Apakah kenormalan itu tanpa kusadari telah menghalangi tubuhku untuk beristirahat dengan cara tidur?

Memang sih, aku tidak terbiasa hidup normal, mapan, dan tenang. Biasanya hari-hariku diisi dengan penuh ketidakpastian dan kecemasan. Misalnya, dulu saat aku mengalami pengeluaran besar-besaran untuk tugas, dalam setiap malam aku selalu berpikir, ”akan makan apa aku besok?” –maklum, anak kost- tapi anehnya, beban pikiran itu justru membuatku cepat lelah dan kemudian tidur dengan pulas. Contoh yang lainnya adalah ketika aku mendapati banyak tugas sulit dari dosenku dulu. Dengan waktu yang menyempit, di mana aku belum mendapat bahan yang cocok dengan gagasanku, membuat aku selalu gelisah di setiap malam. Namun, seperti tadi, hal itu justru membuat aku merasa lelah dan mengantarkan tidurku dengan cepat dan total. Sungguh sangat nikmat.

Jadi, kesimpulannya aku benci hal yang normal? Menurutku tidak juga, karena dalam otakku aku selalu mencari kenormalan. Dalam setiap tindakanku, aku selalu mendahulukan safety dan resiko terburuk daripada reward dan kemungkinan terbaik. Mungkin hal itulah yang menahan aku maju. Jadi ya, mungkin saja aku memang membenci hal yang normal, namun aku tidak menyadarinya. Itu terdapat dalam alam bawah sadarku.

Masalah terbesarku adalah setiap mendapat pengalaman baru yang tidak normal, aku pasti mendambakan hal yang normal itu. Salahkah itu? Ada yang punya pendapat? Apapun itu akan aku terima. Thx

Djogja, 20 Des ’08, 00.04 WIB

Kutulis di kamar kosku saat aku tidak bisa tidur dengan ditemani radio Swaragama.

2 Komentar

Filed under Uncategorized

2 responses to “Insomnia ini…

  1. indramgl

    Yan, hidup tenang koq malah nggak bisa tidur aneh lu….
    haruse nek hidup tenang bisa tidur nyenyak lho..
    Piye kabare temen2..
    eh, beasiswamu dah di cairke belum?

  2. Emag nih lagi blog walking…
    gak bisa tidur juga udah jam 4 am…

    salam kenal yah bro..main-main

    ke blog saya yah….http://www.DanieCorp.com

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s