Resensi Buku


Mau Dakwah? Baca Dulu Buku Ini!

Judul Buku : Mendadak Ustad: public speaking untuk remaja, mempersiapkan anak muda agar bersemangat dalam ceramah

Penulis : Burhan Sodiq

Penerbit : Samudera

Harga :

Tebal : 136 hlm

Satu lagi karya dari Burhan Sodiq yang pas dibaca oleh remaja islami. Terutama bagi yang mempunyai cita-cita untuk berdakwah, menyebarkan panji agama islam, dan berceramah di depan banyak orang. Buku ini menurut saya merupakan sebuah solusi tepat bagi mereka. Bagaimana tidak? Dari judulnya saja, saya yakin anda pasti setuju. Mendadak Ustad, sebuah judul yang menggelitik khas Burhan Sodiq. Yang dengan jelas memberi kita gambaran keseluruhan dari buku ini, yaitu tips-tips untuk membuat pembacanya menjadi fasih dalam berceramah di depan public, tidak monoton, garing, ataupun terlalu banyak bercanda. Melainkan menjadi suatu ceramah yang ringan, segar, namun maksudnya tersampaikan. Dan yang terpenting, mengusir rasa minder!

Namun, buku ini tidak hanya menampilkan tips-tips itu saja, melainkan juga pemahaman tentang dakwah, ustad, dan nilai-nilai lain dalam islam. Sangat luar biasa.

Dalam bab 1, kita akan dapat mengetahui alasan-alasan yang diberikan oleh penulis yang nantinya akan membuat kita semakin yakin untuk membaca buku itu. Yang nanti implementasinya adalah membuat para pembaca semakin yakin untuk berceramah. Namun, penulis tidak lantas membutakan para pembaca dengan anggapan bahwa untuk menjadi ustad itu hanyalah berceramah, tapi penulis juga menambahkan bahwa bekal untuk menjadi ustad itu juga harus berinteraksi dengan al-qur’an dan al-sunnah.

Namun, dalam bab satu penulis belum membahas cara berceramah secara detail. Baru di bab 2 kita mendapat pengertian yang cukup lengkap tentang ceramah. Hebatnya, dalam membahas ceramah dan pengertiannya ini, penulis dapat menggabungkan yang umum dan yang agama. Maksudnya, beliau dapat mengambil pemikiran tokoh-tokoh dunia barat dan dalil dari agama islam yang sesuai dengan kebutuhannya. Dalam bab ini juga ditampilkan sedikit intermezzo untuk bab selanjutnya, yaitu mengusir rasa minder.

Burhan Sodiq sungguh jeli melihat permasalahan remaja muslim pada umumnya. Yaitu ketakutan, sehinggan beliau membahas permasalahan ini secara lengkap dalam satu bab yang utuh. Dalam bab itu pembaca akan mendapatkan pengetahuan tentang ciri-ciri orang takut itu seperti apa. Karena seringkali orang yang takut itu tidak sadar bahwa dia takut. Dan kemudian, tips-tips mantap dari Burhan Sodiq akan disajikan untuk membantu kita menghilangkan perasaan tersebut.

Setelah kita disajikan banyak teori pengantar dari penulis tentang ceramah dan cara menata perasaan yang baik di atas mimbar, tibalah saatnya bagi penulis untuk membahas inti permasalahan dan teori inti di bab keempat. Yaitu cara untuk menyusun ceramah yang baik. Dan seperti bab-bab sebelumnya, tips-tips jitu dari Burhan Sodiq akan menemani perjalanan kita membaca bab ini. Dan di bab ini, yang menjadi aspek terpenting adalah isi pidato.

Di bab 5, tibalah bagi penulis untuk memberikan kunci bagaimana menjadi pembicara yang baik. Tidak hanya sekedar mengusir rasa takut seperti di bab 3. Ataupun teori penyusunan isi ceramah di bab 4. Melainkan sikap dan cara berpidato yang baik. Entah itu sikap di depan podium, pandangan mata, cara penlafalan kata demi kata, dan semua aspek penting dalam berpidato lainnya. Tentunya dalam bab ini sudah tidak penting dengan seberapa berat bobot isi ceramahnya, itu adalah aspek yang dibahas di bab 4. Sedang bab ini lebih menekankan kepada cara berbicara di depan umum.

Sebenarnya, jika diibiratkan dalam novel ataupun cerita fiksi lainnya, bab kelima tersebut sudah termasuk klimaksnya. Artinya, inti dari buku ini terdapat dalam bab 5. Namun, bukan berarti bab ke 6 dan ke 7 sudah tidak penting. Di dalam 2 bab terakhir itu terdapat informasi tambahan yang penting untuk dibaca oleh calon ustad.

Bab ke 6 membahas pada anjuran penulis bagi pembaca. Yang nantinya diharapkan oleh penulis dapat menambah kekuatan pembaca untuk berdakwah. Sedang di dalam bab ke 7, penulis membagi-bagikan pengalaman banyak orang kepada pembaca untuk diambil hikmahnya. Dengan begitu, pembaca diharap dapat menghindari yang buruk dan mendapatkan yang baik. Sangat menarik bukan?

Nah, setelah kita mengetahui pembahasan masing-masing bab dalam buku ini kita jadi semakin mengerti bukan apa hebatnya buku ini? Ya, buku ini bukanlah sekedar bacaan, melainkan juga tuntunan bagi kita. Mungkin buku ini tidak akan kita lupakan dan tersimpan di dalam lemari buku setelah kita selesai membacanya. Melainkan akan selalu kita bawa setiap saat kita akan berceramah dimanapun. Dan bahkan, dalam konteks apapun, baik agama maupun umum.

Pada dasarnya, buku terbaru Burhan Sodiq ini sebenarnya cukup berbeda dibanding buku-buku beliau yang terdahulu. Kebanyakan buku-buku beliau dahulu adalah sesuatu yang bertemakan pernikahan dan cinta. Seperti Nggak Harus Pacaran, Ya Allah Aku Jatuh Cinta! Ya Allah Aku Tak Ingin Sendiri dll. Buku-buku tersebut menurut saya lebih berorientasi pada manajemen hati daripada urusan dakwah. Dengan mengambil tema yang ringan dan populer seperti itu memang Burhan Sodiq terbukti mampu menyedot minat pembaca. Dan sekarang, dengan tema yang berorientasi ke dakwah, Burhan Sodiq berupaya untuk membantu permasalahan remaja muslim pada umumnya. Memang harus diakui, dalam menentukan tema yang menarik, belia termasuk orang yang jeli.

Dan seperti pada karya-karyanya yang terdahulu, beliau masih menancapkan sasaran untuk para remaja muslim. Mengetahui batapa krusialnya masa peralihan itu bagi setiap manusia, Burhan berusaha memberikan pedoman pada mereka. Dan buku Mendadak Jadi Ustad ini merupakan salah satunya.

Jadi, anda mempunyai keinginan untuk berdakwah dan berceramah? Buku ini benar-benar akan membantu anda.

Tinggalkan komentar

Filed under Freedom to speak, pendidikan, tugas

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s