The Born Of Outside Solo In Smalsa

angels-and-the-outsiders

16 Desember 2007 tidak akan dilupakan oleh empat anak ingusan asal al-islam 1 dan 3. Pasalnya, saat itu Akbar a.k.a. Rabka Neva, Warseno(al-islam 3), Agfian a.k.a. Ian Boot, dan Zidni a.k.a. Zhy_Tampan(al-islam 1) melakukan perjalanan lumayan panjang (solo-jogja) untuk “sekedar” menyaksikan live concert Superman Is Dead (SID) di Liquid bar, Jogjakarta.

Sebetulnya, 4 bocah itu sudah merasa “males” duluan untuk pergi ke Jogja. Hal itu dikarenakan jadwal SID manggung sebenarnya bukanlah di Jogja, melainkan di Solo! Sempat merasa frustasi karena pembatalan itu, mereka berempat pun berpikir untuk duduk diam di rumah saja saat konser berlangsung. Berpikir seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Namun, entah kenapa sepulang sekolah, Zhy dan Rabka (bisa dibilang merekalah founding father outsider solo, hahaha), tiba-tiba mempunyai semangat menggebu untuk menonton. Hal itu dapat dilihat dari usaha Zhy, yang mencari pinjaman topi (haha, dasar cumi lo!!), atau Rabka, yang rela membeli pilox dan mencorat-coret bajunya demi SID. Ian pun kemudian ikut-ikutan muncul semangat untuk menonton. Begitu juga dengan Warseno.

Dan empat orang itu pun berkumpul dulu di kosnya pak Muslim. Dengan pakaian yang beragam, seperti Rabka, yang memakai baju yang berpilox-kan tulisan SID(kalau gag salah sih..) dan celana pensil yang baru mulai in pada saat itu, juga Warseno, yang mengenakan jaket model “sasuke”, begitu juga dengan Ian, pakaian serba hitam dengan baju “u can see” dan celana 3 perempat plus jaket untuk menemani perjalanan ke Jogja. Namun, yang paling edan adalah Zhy, dengan celana 3 perempat berwarna oranye plus kaus kaki panjang model cewek(hohohoho) dan topi mirip pelukis di kepalanya, tapi yang paling mencengangkan adalah bajunya, hanya kaus dalam sport putih!! Mungkin dia mau bergaya khas Jerinx (drummer SID) saat sedang beraksi di panggung. Tapi sejujurnya itu sedikit tanpa perhitungan karena dia akan melakukan perjalanan Solo-Jogja dengan naik motor.

Setelah semua persiapan dirasa komplit, seperti bendera oranye dengan pilox lambang SID, dan juga perlengkapan perjalanan lain, seperti uang, helm, dan bensin, mereka pun bersiap untuk berangkat. Namun, terjadi hal yang tak diinginkan, hujan turun!! “Shit,” umpat mereka bebarengan. Untung hujan tidak begitu deras, jadi dengan ketetapan hati yang kuat, mereka pun dengan kekuatan ekstra memacu sepeda motornya menembus hujan. Sepeda motor yang pertama, Grand milik Zhy, dengan Zhy di depan dan Rabka memboncengnya. Lalu sepeda motor kedua, Supra fit butut bekas tabrakan milik Ian. Dengan Ian di depan dan Warseno di belakang. Perjalanan berjalan baik-baik saja sampai Pajang. Namun, begitu memasuki daerah Kartosuro, hujan semakin deras. Hasilnya, Zhy kedinginan (ya iyalah, secara dia kan pakai kaus dalem doank!!), hingga akhirnya Rabka menggantikan tugasnya untuk menyetir. Perjalanan pun mulai sampai di Klaten, dengan terjangan air hujan yang tak kunjung berhenti. Akhirnya, mereka memutuskan untuk berteduh sebentar. Ian yang kacamatanya sudah basah penuh dengan air hujan mengatakan terlalu berbahaya bagi dirinya untuk terus mengendarai motor. Zhy pun kemudian didaulat untuk menyetiri motor Ian. Ian pun dengan “wise”nya (jangan protes!! Hoho!) menganjurkan Zhy untuk meminjam jaket Warseno dan memakai tas Ian untuk dipakai Zhy, agar angin tidak terlalu menusuk.

Perjalanan pun dilanjutkan, namun hujan yang terus turun tidak menentu memaksa mereka untuk sebentar-sebentar berteduh. Sehingga perjalanan pun semakin terhambat. Baru, akhirnya sekitar pukul 7 malam mereka sampai di Janti. Sesampainya di Janti, mereka bingung untuk mencari daerah liquid bar. Teman mereka asal Jogja, Regso, mengatakan bahwa liquid bar berada di jalan Gejayan. Mereka pun bertanya pada orang sekitar dan akhirnya sampai pada jalan Gejayan. Sesampainya di sana, mereka pun bertanya pada orang-orang sekitar di mana liquid bar berada. Namun, orang-orang sekitar mengatakan bahwa tidak ada liquid bar di situ, melainkan di jalan Magelang. Nah loh!! Apa mereka dibohongi oleh teman mereka? Ternyata tidak, di jalan Gejayan memang ada liquid bar, namun tidak sebesar dan semegah di jalan Magelang.

Mereka pun dengan sedikit kedinginan menuju ke jalan Magelang, dan akhirnya, they found liquid!! Dengan perasaan luar biasa senang, mereka bergegas masuk ke dalam bar itu. Namun, alangkah terkejutnya mereka saat mendapati tempat itu sepi dan senyap. Mereka kebingungan. Untung kemudian muncul salah satu pegawai yang baru keluar dari staff room di situ. Mereka bergegas bertanya pada orang itu. Dan ternyata SID memang akan manggung di sana. Namun, bar baru akan dibuka pada pukul 12. Dan yang bermain adalah band pembuka terlebih dahulu. Band pembuka itu adalah Icapilla(ingat, bacanya icapella bukan ikapella!!), dan cannon ball yang memiliki vokalis cantik, hoho!!

Pukul 12? Pertanyaan mendera di tiap kepala anak-anak itu. “ngapain kita selama 4 jam menunggu?” tanya Rabka pada semua. Zhy kemudian mengusulkan untuk ke warnet. Namun usul itu ditolak mentah-mentah oleh Rabka Dan Ian. Sedang Warseno mengatakan akan ngikut saja. Akhirnya, keputusan pun didapat, mereka memutuskan untuk bersantai di masjid dulu. Sekalian untuk sholat maghrib dan isya’ tentunya. Mereka sekolah di Al-islam lowh, ingat kan?

Mereka pun berputar-putar mencari masjid dan akhirnya mendapatkannya. Di sana, mereka berteduh dan mengeringkan bajunya. Untungnya bapak penjaga masjid sangat baik. Beliau bahkan mau menjadi teman mengobrol mereka. Nah, dalam berbicara bahasa jawa yang sopan, ternyata Warseno rajanya. Dia dapat berbicara dengan halus dan tepat kepada bapak penjaga masjid. Setelah asik bersantai, smsan, ngerokok, dan sholat. Akhirnya jam menunjukan pukul 10an. Mereka pun kemudian memutuskan untuk meninggalkan masjid dan pergi ke hek (kalau di jogja namanya angkringan), dan menghangatkan diri di sana. Sampai sekitar pukul 11an, mereka memutuskan untuk nyetem dulu di depan liquid bar.

Sesampai di sana pun, sepeda motor segera diparkir. Dan pakaian Zhy yang hanya pakaian dalam pun sempat ditertawakan oleh bapak penjaga parkir. HAHAHAHAHAHA!! Kemudian mereka nongkrong di depan liquid. Dan ternyata sudah banyak yang datang. Sehingga merekapun kemudian mengobrol dengan beberapa outsider lain.

Hingga akhirnya pintu liquid bar pun dibuka. Dengan merogoh uang yang mereka bawa. Mereka akhirnya diperbolehkan masuk. Namun sayangnya, bendera oranye yang sudah susa dibuat tidak diperboloehkan untuk dibawa masuk. Ian pun mesti memasukkan ke jok motor dulu sebelum akhirnya masuk.

Akhirnya, mereka masuk ke liquid bar juga. Yah, walaupun sempat ditertawakan oleh cewek-cewek penjaga pintu di liquid bar, haha! Suasana di dalam benar-benar ramai. Dengan dentuman yang keras dari DJ dan lampu yang remang-remang, tempat itu memang sangat pas untuk dijadikan tempat dugem. Akhirnya, MC pun naik ke panggung. Dengan sedikit bertingkah lucu dan kocak, dia membuka acara malam itu. Dan akhirnya, dia memanggil band pembuka pertama untuk masuk. Icapilla. Mereka lalu naik ke panggung dan melakukan check sound sebentar. Setelah selesai, merekapun mulai memainkan lagu pertama mereka. Sang vokalis yang berambut gondrong bernyanyi penuh semangat dan melakukan banyak scream untuk menghentakkan jantung setiap penonton yang datang ke situ. Namun, tampaknya itu kurang berhasil, tidak ada satupun penonton yang tertarik untuk berpogo. Termasuk Akbar cs. Yah, maklumlah, band pembuka memang seringkali tak begitu diharapkan penampilannya. Setelah memainkan kurang lebih 10 lagu, merekapun menyudahi konser mereka. Tepuk tangan riuh rendah mengiringi turunnya mereka. Lalu, munculah band pembuka yang kedua, cannon ball. Melihat gelagat penonton yang kurang begitu memperhatikan mereka. Sang vokalis cewek yang seksi pun berteriak keras untuk menyalami penonton. Mendengar suaranya, para penonton pun jadi terterik untuk mengikuti permainan cannon ball. Setiap lagu yang dinyanyikan oleh merekapun selalu diikuti dengan sedikit goyangan, menandakan ketertarikan terhadap lagu-lagu mereka. Sayang, hingga akhirnya selesai, masih belum ada satupun penonton yang melakukan pogo.

Hingga akhirnya datanglah saat yang ditunggu-tunggu. Saat tampilnya SID! Begitu MC memperdengarkan nama mereka, kontan saja langsung sebagian penonton yang dari tadi hanya duduk-duduk manis merengsek maju ke depan. Dengan perasaan tidak sebar, para penonton terus menunggu munculnya SID. Zhy, Akbar, dan Ian pun tak mau kalah.Sedang Warseno entah berada di mana. Mereka langsung bergerak maju menuju ke depan panggung. Bahkan saking semangatnya, Akbar tanpa sengaja menyelomot tangan penonton lain dengan rokoknya. Untung yang terkena tidak marah. Kalau seandainya dia mengajak berkelahi, wah… bisa gawat tuh!

Setelah sempat terdiam dalam kegelapan. Tiba-tiba Jerinx muncul dengan membawa stik drumnya. Disusul oleh Bobby kool dan Eka Roxx. Lagu pertamapun mulai dinyanyikan. Lagu yang belakangan selalu menjadi lagu pembuka di semua konser-konser SID, Year Of The Danger!

Well, 2005 when we all had to fight. Rooster runnin wild you might have to face the death. Don’t you runnin high, mother father they just cried Askin’ where’s God, get us outta genocide…

The year, year of the danger… We had the guts, we’re not the pretenders… The the world’s gone mad, and we’re not sleeping well again, we’ll never will!

We live in fear, live in disgrace… Live in the world of hate, don’t know if I could survive Where’s my believe, whrre is my faith… Something to hold on when we walk thru this never ending pain…

The story goes around of this fucking holy war I will not stand alone, victims of the ignorance… Riot panic crash, this is new religion clash I have no more trust, wake me up on the day I die…

The year, year of the danger… We had the guts, we’re not the pretenders… The the world’s gone mad, and we’re not sleeping well again, we’ll never will!

We live in fear, live in disgrace… Live in the world of hate, don’t know if I could survive Where’s my believe, where is my faith… Something to hold on when we walk thru this never ending pain…

How can you believe in peace… Will you give a war a kiss? Everything we do will comes around goes around comes around round and around… Do we really have to hate, really really have to disrespect, really really have to hate… Do we really really have to kill?

In year of the danger, we are not the pretenders… The world’s gone mad now and we’re not, we’ll never sleep we’ll never will Never sleep well, we’ll never sleep, never sleep well we’ll never sleep……

We live in fear, live in disgrace… Live in the world of hate, don’t know if I could survive Where’s my believe, where is my faith… Something to hold on when we walk thru this fear!

We live in fear, live in disgrace… Live in the world of hate, don’t know if I could survive Where’s my believe, whre is my faith… Something to hold on when we walk thru this neverending pain…

Dentuman musik menawan plus lirik berbahasa Inggris yang sarat makna benar-benar membakar hati setiap penonton. Pogo-pogo pun mulai dilakukan setiap orang yang di sana. Tapi sayangnya, Zhy tidak mau melakukan pogo-pogo. Dengan beralasan takud dompet dan barang berharga lain hilang, dia memilih untuk berpegangan pada sound sistem di panggung untuk menjaga keseimbangannya sambil terus berteriak menyanyikan lagu yang dinyanyikan.. HAHAHAHAHAHAHA!! ( sory Zhy, gag usah malu gitu dunk!). Setelah lagu year of the danger selesai dinyanyikan. Semua penonton pun berhenti bergerak. Seakan tersihir oleh ketampanan Bobby kool (bener ga sih? Haha), pandangan mereka langsung terus mengarah ke panggung. Bobby pun langsung mulai menyapa para penonton yang datang. Sedikit pidato perkenalan dilakukannya. Lalu, mulailah dia memetik gitarnya, dan lagu goodbye whiskey pun dinyanyikan. Pogo-pogo semakin menggila! Bahkan, Erick Soekamti ikut dalam pogo yang luar biasa itu. Dia berlari menabrak semua orang yang menghalangi jalannya. Ian dan Akbar, yang terus berpogo pun terpental ditabrak oleh Erick.

Lagu demi lagu terus dinyanyikan oleh SID dan suasanapun makin memanas. Lalu, Jerinx yang dari tadi duduk manis di depan drumnya tiba-tiba berdiri dan memakain gitar. Para penontonpun tahu apa yang akan dilakukannya. Menyanyikan Lady Rose!! Lagu sedikit melow karangannya yang dinyanyikan oleh dirinya sendiri. Sebelum mulai bernyanyi, dia pun sempat berpidato tentang lagunya. Kata-katanya kira-kira seperti ini, “Lagu lady rose ini adalah lagu yang di buat oleh seorang berandalan yang ingin tobat, tapi karena perkembangan dunia saat ini yang sedang dilanda global warming, maka lagu saya persembahkan untuk bumi pertiwi kita!” kata-kata wise khas jerinx. Hahaha!! Memasuki intro dengan nada yang agak berbeda dari yang di kaset (karena di kaset adalah versi akustik, sedang saat konser adalah dengan gitar listrik), penonton pun dibuai dengan keindahan musiknya. Lalu, Jerinx pun mulai bernyanyi.

Can you stay a little while, Can you drink this cheap bottle of wine,

I got a love song of broken mine…

Put the rose on your hair, full of grace my queen of mistery

Can you see, can you believe…

And all they say its true, lady rose…

I can sing a thousand song, I can bring you kiss around of town

Kiss of angel…

(petikan lagu Lady rose)

Lagu itu benar-benar menyihir para penonton dengan sukses. Hingga kemudian jerinx menyetop alunan musik indahnya sebelum memasuki reff terakhir. Lalu, dalam kegelapan munculah Bobby kool membawa stik drum. Semua penonton pun bersorak, menunggu Bobby duduk dan bersiap menabuh drum. Lalu, BLARR!! Meledaklah reff terakhir lady rose dengan loncatan penonton yang berpogo dan ber-moshin ria. Liquid benar-benar terbakar malam dan pagi itu. Yeah!!

Hingga akhirnya, merekapun bersiap untuk memainkan last song mereka, Kuta Rock City!! Lagu dimainkan dan semua meluapkan semua emosi dalam satu lagu. Eka roxx memainkan bassnya sambil melakukan loncatan-loncatan keren ala punkrocker, Bobby pun tak mau kalah, dengan gaya khasnya memainkan guitar putih full of painting kesayangannya, dia membuat semua penonton serasa memainkan gitar bersamanya. Terakhir, begitu lagu selesai jerinx langsung melempar dua stik drumnya untuk diberikan kepada para penonton. Suasana langsung menjadi riuh dan panas saat itu.

Sayang, setelah itu SID bergegas meninggalkan panggung. Para penonton, termasuk Zhy, Ian, Akbar, dan Warseno pun bergegas meninggalkan Liquid bar. Dengan perasaan yang puas tentunya. Konser di liquid itu memang terhitung sukses. Apalagi, tidak ada satupun perkelahian di sana. Membuat arti dari punkrock semakin berkesan.

Akbar, Ian, Warseno, dan Zhy pun sangat senang berada di sana. Dengan lagu SID yang seakan masih menggema ditelinga mereka. Pada hari itu, 16 dan 17 desember 2007, mereka benar-benar terkesima oleh penampilan band punkrock atau mungkin sekarang lebih sering menamakan dirinya rockabilly asal Bali itu. Bibit cinta yang mereka dapatkan hari itu kemudian tumbuh menjadi semangat untuk memajukan Outsider di daerah Solo dan sekitarnya. Sampai sekarang. Sayang, saat ini Outsider Solo sedang mengalami regenerasi. Setelah sempat berjaya (haha, beneran gag neh??), kini Zhy dan Ria (outsider asal Klaten) harus memulai dari nol lagi. Hal itu bisa dikarenakan Akbar memilih berkuliah di STP Bandung. Sedang Ian terpaksa harus berkuliah di Jogja demi masa depan (ojo protes!!). Jaki, yang cukup aktif juga melanjutkan kuliahnya di STAN. Dan beberapa anggota lain yang terpencar ke mana-mana. Tapi, percayalah, Outsider Solo sedang menunggu waktu yang tepat untuk bangkit. Menuju kejayaan. Karena mereka yakin, malaikat akan selalu bersama mereka. Dan seperti kata SID, outsider solo ready for the next happen, excited for the next gigs. Yeah!!!

Untuk semua outsider solo, jangan menyerah!!

Untuk Outsider di daerah lain, mohon dukungannya kawand!!

Jogja, 2 november 2008

16 Komentar

Filed under outsider

16 responses to “The Born Of Outside Solo In Smalsa

  1. ag, aku yo outsiders lho!!! kok ra mbok tulis??
    my blog, klik disini

  2. aku yo outsider lho!! kok ra mbok tulis i piye!??
    visit my blog, klik disini

  3. arifin

    aku slanker…………ehehehhe pLUr

  4. nak sid kpn ya maen ksni lg????????????????????????????????kmu taw gax

  5. sok2an……matamu picek kabeh…

    SEMUA BAND MENCOPY BLINK 182…INGAT ITU…!!!!!!!!HAHAHAHAHA

  6. salut buat para outsider SMALSA…..
    btw kalian SMALSA angkatan berapa ya???

    OI!OI!OI!
    from Outsider jgJ

  7. Maju terus outSIDer Solo…

    Cheers…

    Numpang promosi,
    Kunjungi blog saia di :
    pemudamasakini.wordpress.com

  8. NYESEL………….
    gAg nOntOUn SID …..
    PdAHAl AgKHu ngE-FanS BEuD ma JeRiNk…..
    kapan SID mNgGUng d SOlO AgY ???????????

  9. wDuH GaG noNtOn SID BUat AkHgU StrEssssss BuERAT,,,,,, MnA UdAh NGe-FaNS n’ kAnGeNg ma MrEkA ………….
    akGhU tNgGu sID k SSOLO aGy ,,,,,,,

  10. Riga cheerrs

    bwt anak2 outsiders aQoe hnYa nGucpIn cHers

  11. Riga cheerrs

    bwt anak2 outsiders aQoe hnYa nGucpIn cHers aja

  12. Riga cheerrs

    aQ outsiders demak hanya mau ngcapin chers

  13. ari ocos

    oi!oi!oi! Cheers… dri outsiders PALANGKA RAYA

  14. Ian Bood

    yoi, cheers bro,🙂

Silahkan berkomentar dengan sopan dan asik. Insya Allah gue bakal kunjungan balik :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s