Sore ini, mendung kembali datang. Aku dan keseharianku sudah semakin terbiasa dengan ketidakbiasaan cuaca ini. Kadang aku harus menerjang hujan dengan mantolku yang sudah compang-camping, kadang aku harus berpeluh keringat menghadapi panasnya sinar matahari yang menyengat tubuhku.
Sudahlah, tak ada gunanya aku dan kamu semua mengeluh perihal cuaca. Toh, kita masih malas menanam pohon dan menghemat kertas bukan?
Hari ini sama seperti hari-hari biasa. Tidak ada yang spesial. Kecuali fakta bahwa kamu sedang berulangtahun hari ini. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku berusaha… menjadikan hari ini sebagai hari yang biasa. Tapi, aku tetap tak mampu. Jauh lebih sulit untuk pura-pura tidak peduli, daripada pura-pura peduli.
Karena itu, seandainya semesta mengijinkan, biarlah aku menuliskan puisi murahan ini.
Lanjut membaca





