Mengapa ikut DIKORG

November 10, 2009

15768_1149123328868_1251143228_30356767_948148_nSetelah bersusah-susah untuk ikut diksar agar menjadi anggota aktif koperasi KOPMA UGM, trus kenapa sekarang  kita mesti ikut dikorg? Mungkin itulah pertanyaan yang sering kali terlintas di benak teman-teman saat belakangan ini sering sekali diajak untuk ikut dikorg. Padahal kalau dilihat secara utuh, teman-teman mungkin merasa gag perlu untuk ikut dikorg. Sudah biaya mahal, menghabiskan waktu, toh kalau tidak ikut dikorg, kita tetap bisa ikut kegiatan di KOPMA kan? Hmm, mungkin seklilas pemikiran itu benar…. untuk sebuah pemikiran sempit!! Wow, kok saya berani bilang untuk pemikiran sempit? Ingin tahu alasannya? Makanya tetep baca sedikit tulisan ini. Lalu, kalian boleh protes jika tak setuju dengan pemikiran saya, asal saya jangan dipukulin ajaw, n_n Baca entri selengkapnya »

Setelah satu hari yang lalu menyelesaikan misi di Brebah dan juga Gamping, kini tibalah aku pada hari kedua. Dengan misi baru yaitu Minggir, sebuah kecamatan yang lagi-lagi ternyata sangat pelosok. Karena bertempat dekat dengan Magelang, SHIT! Tapi aku sadar, mengeluh tidak akan memberikan apa-apa saat ini. Jauh lebih penting bagiku untuk segera berbuat sesuatu. Berdasarkan hal itulah, maka pada hari ini, kamis 29 oktober 2009, aku berangkat bersama teman-temanku.

Formasi kami masih tidak jauh berbeda, ada aku, IKhsan, Mahfita, Radit, dan Wiznu. Hanya saja, untuk saat ini wajah ganteng Dani digantikan oleh pesona dari Ariyatno. Salah satu mahasiswa terpintar di ilmu komunikasi UGM 08. Dan akhirnya perjalanan pun dimulai. 6 orang berangkat dengan 4 motor.

Dan seperti biasa, perjalanan panjang nan berliku di pinggir sawah harus kami lalui. Dengan kecepatan tinggi, kami akhirnya dapat sampai di tujuan dengan waktu setengah jam. Tanpa ba-bi-bu lagi, kami langsung menyusun strategi. Dan akhirnya, kenyataan menunjukan aku harus berjuang sendirian di desa Sendangrejo. Karena Fita yang seharusnya menjadi partnerku, memilih untuk jalan kaki sendiri. Well, what can i do? Aku nurut saja. Dan kini, tiba saatnya bagiku untuk berjuang sendiri, everyone for himself. Adapun kuesioner yang menjadi tanggung jawabku ada 6. Dan setiap kuesioner mempunyai cerita sendiri. Baca entri selengkapnya »

Mentari bersinar dengan malu-malu aku saat mulai melangkah keluar dari perpustakaan Fisipol UGM. Dengan perasaan gelisah, aku percepat langkahku menuju plasa bawah kampus Fisipol UGM. Tempat di mana rekan-rekan seperjuanganku menungguku dengan tidak sabar (mungkin). Mereka adalah Dani, Ikhsan, Mafita, Radit, dan Wiznu, 5 orang mahasiswa ber-IP >3 di jurusan ilmu komunikasi UGM.

Dengan kecepatan sedang, akhirnya aku berhasil datang ke tempat mereka. Sesampainya di sana dapat kulihat mimik cemas seseorang yang menanti teman yang dikangeninya (prikitiuw, ^^). Setelah sempat berintermezzo serta bercakap-cakap sedikit, akhirnya tim ini pun berangkat. Tim Datasement Khusus 88 yang siap untuk mendobrak rumah teroris. Eh maaf, yang terakhir salah ketik. Maksudnya adalah tim penyebar questionare.

Akan pergi ke mana kita? well, tujuan kita adalah Brebah, salah satu kecamatan di Sleman yang akan menjadi salah satu objek penelitian tebtabg pelayanan pendidikan di kabupaten Sleman. Hal itu kami lakukan dalam rangka membantu para dosen kami untuk melakukan penelitian demi kepentingan nusa dan bangsa ini.

Baca entri selengkapnya »

No ImageMedia massa belakangan ini sangat gencar dan ramai membicarakan dan memberitakan tentang masalah menteri-menteri yang akan dipilih oleh SBY. Dari meliput langsung perjalanan para tokoh itu saat berada di Cikeas untuk menjalani tes uji kelayakan, maupun sampai pada meminta opini dari para ahli tentang hal itu. Sehingga kemudian munculah nama-nama yang diprediksi akan mengisi pos-pos kementrian dalam kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Setidaknya, menurut para pelaku media, hal itu adalah berita yang paling utama dan yang paling sensasional saat ini.

Isi dari opini publik pun macam-macam. Namun yang paling bisa saya lihat adalah, mayoritas publk meragukan kabinet ini. Baca entri selengkapnya »

Dewasa ini, ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap media massa – televisi, radio, internet, koran, dll, – makin meningkat. Untuk televisi dan radio khususnya, kemudahan akses yang kemudian masuk ke semua kalangan, dari anak kecil sampai orang tua, orang miskin sampai kaya, semua bisa menikmatinya. Nah, dari sana kemudian muncul satu pertanyaan besar, bagaimana isi dari kedua media tersebut? Apakah sudah bermutu ataukah masih pembodohan? Namun, jika melihat acara televisi dan radio secara keseluruhan, maka artikel ini tidak akan cukup untuk membahasnya. Jadi, mungkin lain waktu saja. Dan sekarang, kita persempit pandangan tentang acara di televisi dan radio dari perspektif saya. Yang semoga bias menjadi sedikit bahan pertimbangan dan referensi untuk pembaca sekalian.

Televisi, bisa dibilang saat ini adalah merupakan industri terbesar di Indonesia. Dengan perputaran uang yang begitu cepat dan besar, serta mudahnya akses untuk menikmatinya, televisi masih menjadi media massa nomor satu di Indonesia. Dan konten-konten yang ada di dalmnya, bagaimanapun juga, tetap memberi banyak pengaruh bagi masyarakat. Baik langsung ataupun tidak langsung. Termasuk dalam kasus ini adalah saya. Yang akhirnya bermuara pada dua kutub, acara yang paling disuka dan yang tidak disuka. Baca entri selengkapnya »